Deret Inovasi Anyar Google Cloud, Platform Hingga Arsitektur AI Baru
Google memperkenalkan deretan inovasi terbaru pada gelaran Google Cloud Next 2026 yang memungkinkan organisasi beralih dari sekadar memiliki chatbot sederhana menuju agen AI otonom yang mampu memahami, bernalar, dan bertindak untuk menghasilkan dampak nyata.
"Gemini Enterprise kini menjadi sistem end-to-end untuk Era Agentic-sebuah penghubung utama antara data, manusia, serta seluruh aplikasi dan agen AI Anda yang mentransformasi seluruh proses menjadi satu alur cerdas. Ini bukan sekadar menawarkan layanan terpisah yang dapat dirangkai; kami menghadirkan stack yang dioptimalkan secara vertikal, di mana semuanya dikembangkan bersama untuk menghadirkan skala dan efisiensi yang dibutuhkan dalam era baru AI produksi ini,"ujar Thomas Kurian, CEO Google Cloud dalam keterangannya, Kamis (23/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Google mengungkapkan bahwa hampir 75 persen pelanggan Google Cloud kini menggunakan produk AI mereka untuk mendukung bisnis.
Sebagai contoh, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memanfaatkan agen AI dalam Gemini Enterprise untuk mendukung kesiapan penerbangan serta memastikan keselamatan astronaut dalam misi Artemis II, yang mencatat rekor penerbangan manusia dengan jarak terjauh dari Bumi.
Kemudian, ada juga Virgin Voyages yang menggunakan Gemini Enterprise untuk menciptakan dan mengelola lebih dari 1.000 agen AI khusus, termasuk lebih dari 50 agen yang berhasil mengurangi waktu pembuatan kampanye hingga 40 persen.
Selain itu, Gemini Enterprise juga mendukung layanan personal concierge perusahaan, membantu kru memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan di setiap tahap perjalanan mereka.
Model AI milik Google Cloud kini diklaim memproses lebih dari 16 miliar token per menit melalui penggunaan API langsung oleh pelanggan, meningkat dari 10 miliar token pada kuartal sebelumnya.
Merespons tingginya utilitasi platform mereka, Google Cloud kini meluncurkan Gemini Enterprise Agent Platform, sebuah platform komprehensif baru yang memungkinkan organisasi membangun, mengukur, mengelola (govern), dan mengoptimalkan agen AI.
Platform ini disebut sebagai evolusi dari Vertex AI yang mengintegrasikan kemampuan pemilihan model, pembangunan model, dan pembangunan agen dengan kapabilitas baru untuk integrasi agen, DevOps, orkestrasi, serta keamanan.
Gemini Enterprise Agent Platform menjadi satu platform terpadu bagi tim teknis perusahaan untuk membangun agen AI yang mampu mentransformasi produk, layanan, dan operasional.
Agen-agen ini dapat dihadirkan secara seamless kepada karyawan melalui aplikasi Gemini Enterprise, sekaligus tetap terintegrasi erat dengan operasional TI untuk memastikan kontrol, tata kelola, dan keamanan.
Platform ini disebut memberikan akses ke lebih dari 200 model terdepan, termasuk Gemini 3.1 Pro; Gemini 3.1 Flash Image yang juga dikenal sebagai Nano Banana 2; Lyria 3-model; serta model-model unggulan dari Anthropic, termasuk Claude Opus, Sonnet, dan Haiku.
Saat ini, Google Cloud juga menambahkan dukungan untuk model Claude Opus 4.7 dari Anthropic.
Google juga memperkenalkan arsitektur data baru untuk menopang kebutuhan organisasi yang disebut systems of action.
Kapabilitas terbaru dari arsitektur ini meliputi Google Cloud Lakehouse yang memungkinkan organisasi tetap menyimpan data mereka di Amazon Web Services atau Microsoft Azure sambil tetap dapat melakukan query secara instan-tanpa hambatan vendor lock-in maupun biaya pemindahan data.
Lakehouse ini menyediakan akses zero-copy ke berbagai aplikasi, sistem operasi, dan platform AI seperti Databricks, Palantir, Salesforce Data 360, SAP, ServiceNow, Snowflake, Workday, dan lainnya.
Selain itu, ada Lightning Engine untuk Apache Spark yang menghadirkan mesin real-time berbasis serverless yang hingga 4,5x lebih cepat dibandingkan alternatif open-source, serta menawarkan price-performance hingga 2x lebih baik dibandingkan kompetitor utama untuk pemrosesan dataset berskala besar.
Arsitektur terbaru ini juga membawa Data Agent Kit yang menghadirkan pengalaman pengembangan data science berbasis Gemini di berbagai enterprise IDE (Integrated Development Environments), Notebooks, dan Agentic Terminals.
Solusi ini disebut memungkinkan praktisi data melakukan pengembangan berbasis niat (intent-driven) dalam Python, Spark, dan SQL-cukup dengan menyampaikan tujuan bisnis, dan Data Agent Kit akan menangani sisanya.
Terakhir, Google membawa Knowledge Catalog untuk membangun context graph yang terpadu dan dinamis dari seluruh bisnis organisasi, sehingga memungkinkan agen AI memiliki grounding yang kuat pada seluruh data dan semantik bisnis yang dimiliki.
(lom/dmi) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]


