BRIN Berusia 5 Tahun: Riset Semakin Dekat dengan Kebutuhan Masyarakat
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperingati hari jadi yang ke-5, Selasa (28/4) dengan mengusung tema 'Inovasi untuk Negeri'.
Kepala BRIN, Arif Satria, menyampaikan bahwa lima tahun perjalanan BRIN merupakan fase penting dalam membangun fondasi ekosistem riset nasional yang lebih terintegrasi, kolaboratif, dan berorientasi pada solusi.
Menurutnya, BRIN hadir untuk memastikan ilmu pengetahuan menjadi penggerak utama pembangunan Indonesia. Ia juga menegaskan momentum ini menjadi penegasan komitmen BRIN dalam menghadirkan riset dan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat, industri, serta kemajuan bangsa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"BRIN dibangun bukan sekadar sebagai lembaga riset, tetapi sebagai rumah besar inovasi nasional. Dalam lima tahun ini kita telah menata sistem, memperkuat kapasitas, dan memastikan hasil riset semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat," ujar Arif mengutip situs resmi BRIN, Senin (27/4).
Selama lima tahun terakhir, BRIN mencatat berbagai capaian strategis, mulai dari penguatan infrastruktur riset nasional, peningkatan publikasi ilmiah bereputasi internasional, pengembangan talenta peneliti muda, hingga semakin luasnya kolaborasi dengan perguruan tinggi, industri, pemerintah daerah, dan mitra global.
Selain itu, berbagai inovasi BRIN telah memberi manfaat langsung bagi masyarakat, di antaranya teknologi air siap minum (Arsinum), sistem pemantauan kebencanaan berbasis satelit, inovasi benih pertanian unggul, teknologi kesehatan, energi baru terbarukan, hingga pendampingan UMKM berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Arif menegaskan bahwa arah BRIN ke depan adalah mempercepat hilirisasi riset agar hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium. Riset harus diterjemahkan menjadi produk, kebijakan, dan solusi yang mampu meningkatkan daya saing nasional serta kesejahteraan masyarakat.
"Ke depan, riset BRIN harus semakin berdampak. Kita ingin inovasi hadir di sawah petani, di pabrik industri, di layanan kesehatan, di ruang kelas, hingga di wilayah rawan bencana. Itulah makna sesungguhnya inovasi untuk negeri," tegasnya.
Menurut Arif, BRIN juga akan memfokuskan agenda riset pada sektor-sektor prioritas nasional seperti pangan, energi, kesehatan, kebencanaan, transformasi digital, kelautan, serta pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.
Langkah ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang membutuhkan fondasi ilmu pengetahuan yang kuat.
Dalam kesempatan tersebut, BRIN turut mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan riset dan inovasi sebagai budaya bersama. Kemajuan bangsa, lanjut Arif, hanya dapat dicapai melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat luas.
"Lima tahun BRIN adalah awal dari perjalanan panjang. Dengan semangat gotong royong, kita akan melahirkan lebih banyak inovasi karya anak bangsa yang memberi manfaat nyata bagi Indonesia dan dunia," pungkas Arif.
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]


