Indonesia Kembangkan 2 Satelit Canggih Terbaru, Bisa Deteksi Bencana

CNN Indonesia
Senin, 04 Mei 2026 07:30 WIB
BRIN mengembangkan dua satelit terbaru, NEO-1 untuk observasi Bumi dan NEI untuk peringatan dini bencana, guna memperkuat sistem pemantauan di Indonesia.
Ilustrasi. BRIN mengembangkan dua satelit terbaru, NEO-1 untuk observasi Bumi dan NEI untuk peringatan dini bencana, guna memperkuat sistem pemantauan di Indonesia. (Foto: AFP PHOTO / CNES)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan dua satelit generasi terbaru yang dirancang untuk memperkuat sistem peringatan dini bencana dan observasi Bumi di Indonesia.

Perekayasa Ahli Pertama Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN Nur Salma Yusuf Hasanah menjelaskan satelit pertama yang sedang dikembangkan adalah Nusantara Earth Observation-1 (NEO-1). Satelit ini dilengkapi kamera multispektral resolusi tinggi, sensor magnetometer untuk pengukuran medan magnet, serta sistem komunikasi data.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mudah-mudahan dapat segera diluncurkan," ujar Salma saat menerima kunjungan Sekolah Alam Bogor di Kawasan Sains Ibnoe Soebroto, Rancabungur, Bogor, Kamis (30/4), melansir laman resmi BRIN.

Sementara, satelit kedua adalah Nusantara Equatorial IoT (NEI) yang difokuskan untuk sistem peringatan dini bencana. Satelit ini akan mengumpulkan data dari berbagai sensor seperti sistem peringatan tsunami, cuaca, dan gempa, sekaligus mendukung komunikasi kebencanaan serta pemantauan maritim dan penerbangan.

Ia menjelaskan, yang membedakan NEI dari satelit sebelumnya adalah bentuknya berupa konstelasi, bukan satelit tunggal.

"Satelit ini akan dirancang dalam bentuk konstelasi. Tujuannya untuk memantau wilayah Indonesia secara waktu nyata tanpa jeda. Harapannya, terdapat sekitar 10 satelit yang mengorbit di wilayah ekuatorial," jelas Salma.

Pengembangan ini merupakan kelanjutan dari satelit nasional generasi sebelumnya.

Indonesia sebelumnya telah berhasil meluncurkan tiga satelit dari seri LAPAN, yakni A1 pada 2007, A2 pada 2015, dan A3 pada 2016. Ketiga satelit itu dimanfaatkan untuk observasi bumi, pemantauan maritim, komunikasi satelit, dan eksperimen teknologi.

Untuk mendukung operasional seluruh satelit tersebut, BRIN saat ini memiliki empat stasiun bumi di Agam, Bogor, Parepare, dan Biak.

(dmi/dmi) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]