Tewaskan 3 Orang di Kapal Mewah MV Hondius, Apa Itu Hantavirus?
Tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat wabah hantavirus yang terkait dengan kapal pesiar asal Belanda, MV Hondius. Apa sebenarnya Hantavirus ini?
Kapal Hondius tiba di perairan Tanjung Verde pada 3 Mei, dengan sejumlah warga negara Inggris di dalamnya.
Lihat Juga : |
Berdasarkan hasil analisis dari National Institute for Communicable Diseases Afrika Selatan dan Geneva University Hospitals Swiss, jenis virus yang menyebabkan wabah tersebut dikonfirmasi pada 6 Mei sebagai hantavirus Andes.
Dikutip dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA), Hantavirus adalah kelompok virus yang dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus, dan ditularkan melalui kotoran, urine, serta air liur hewan tersebut.
Virus ini tersebar di berbagai penjuru dunia, termasuk sebagian wilayah Eropa, Afrika, dan Asia.
Manusia umumnya terinfeksi dengan menghirup udara yang terkontaminasi partikel virus dari urine, kotoran, atau air liur hewan pengerat. Dalam kasus yang sangat jarang, virus juga bisa masuk melalui luka, mata, atau gigitan hewan pengerat.
Hantavirus menyebabkan dua sindrom utama. Virus yang ditemukan di belahan bumi barat, termasuk Amerika Serikat (AS), diketahui dapat memicu Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), atau penyakit berat yang menyerang paru-paru.
Gejala awal HPS meliputi kelelahan, demam, dan nyeri otot, terutama di paha, pinggul, dan punggung, yang muncul satu hingga delapan minggu setelah kontak dengan hewan pengerat terinfeksi.
Empat hingga sepuluh hari setelahnya, gejala lanjutan berupa batuk dan sesak napas dapat muncul seiring paru-paru yang mulai terisi cairan. Sekitar 38 persen pasien yang mengalami gejala pernapasan berat dapat meninggal dunia, seperti dikutip dari Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) pada Kamis (7/5).
Di Eropa dan Asia, hantavirus lebih sering menyebabkan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yakni sindrom demam berdarah yang menyerang ginjal.
Gejalanya meliputi sakit kepala hebat, nyeri punggung dan perut, demam, mual, dan dalam beberapa kasus gangguan penglihatan. Komplikasi berat mencakup tekanan darah rendah, pendarahan internal, hingga gagal ginjal akut.
Yang membuat wabah di MV Hondius menjadi perhatian khusus adalah jenis virusnya. Sebagian besar strain hantavirus tidak menular antar manusia.
Namun, hantavirus Andes, strain yang teridentifikasi dalam wabah ini, merupakan pengecualian langka. Penularan dari manusia ke manusia dapat terjadi melalui kontak yang sangat dekat dan berkepanjangan dengan penderita.
Hingga saat ini tidak ada vaksin atau antivirus khusus untuk hantavirus. Penanganan bersifat suportif, yakni pasien dirawat berdasarkan gejala yang muncul, termasuk dukungan pernapasan bagi penderita HPS dan dialisis bagi penderita HFRS dengan gangguan fungsi ginjal berat.
Meski infeksi hantavirus adalah masalah serius, UKHSA menyatakan risiko terhadap masyarakat umum sangat rendah. Hantavirus tidak menular melalui kontak sosial sehari-hari seperti berada di ruang publik, toko, tempat kerja, atau sekolah.
UKHSA bersama WHO dan mitra kesehatan internasional tengah melakukan penelusuran kontak terhadap siapa pun yang mungkin pernah berhubungan dengan kapal atau kasus yang terkonfirmasi.
(lom/dmi)