Peneliti Temukan Kembali Populasi Hiu Air Tawar yang Hampir Punah

CNN Indonesia
Senin, 25 Mei 2026 14:00 WIB
Tim peneliti gabungan menemukan kembali populasi Hiu Gangga (Glyphis gangeticus), spesies hiu air tawar yang dianggap nyaris hilang dari perairan dunia. ANTARA/HO-Unhas
Tim peneliti gabungan menemukan kembali populasi Hiu Gangga (Glyphis gangeticus), spesies hiu air tawar yang dianggap nyaris hilang dari perairan dunia. ANTARA/HO-Unhas
Jakarta, CNN Indonesia --

Tim peneliti gabungan menemukan kembali populasi Hiu Gangga (Glyphis gangeticus), spesies hiu air tawar yang selama bertahun-tahun dianggap nyaris hilang dari perairan dunia.

Tim peneliti yang dipimpin Universitas Hasanuddin (Unhas) menemukan spesies hiu terancam punah tersebut di perairan Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara.

"Temuan ini bukan hanya tentang menyelamatkan satu spesies langka, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun model konservasi yang adil, kolaboratif, dan dapat diterima masyarakat," kata Rohani Ambo Rappe, perwakilan Rektor Unhas dalam keterangannya, Senin (25/5), dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rohani menjelaskan keterlibatan Unhas dalam penelitian ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang universitas dalam mendukung konservasi berbasis kolaborasi internasional dan penguatan riset kelautan berkelanjutan.

Selain Unhas, riset ini juga dilakukan bersama James Cook University dan Universitas Borneo Tarakan.

Rohani mengatakan kerja sama antara Unhas dan James Cook University yang telah dimulai sejak 2022 tidak hanya berorientasi pada pengumpulan data ilmiah, tetapi juga diarahkan untuk membangun model konservasi yang melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dari solusi.

"Karena itu, kami mendorong lahirnya konsorsium riset hiu dan pari di Kalimantan agar penguatan data ilmiah dan kebijakan dapat berjalan beriringan," jelasnya.

Menurut Rohani, temuan hiu ini menjadi kabar penting bagi komunitas konservasi internasional.

Pasalnya, sejak tahun 2000 kemunculan Hiu Gangga tercatat hanya kurang dari sepuluh kali di seluruh wilayah persebaran historisnya, mulai dari Pakistan hingga Myanmar.

International Union for Conservation of Nature (IUCN) telah menetapkan spesies ini dalam kategori Critically Endangered, membuatnya salah satu hiu paling langka di dunia.

Namun, pada 2023 penelitian lapangan yang dilakukan tim kolaborasi internasional menghadirkan fakta yang mengejutkan. Dalam waktu kurang dari tiga minggu, para peneliti berhasil mengamati 43 spesimen Hiu Gangga di Sungai Sesayap.

Jumlah populasi yang cukup tinggi tersebut menjadikan kawasan itu sebagai salah satu habitat tersisa paling penting bagi keberlangsungan spesies yang selama ini nyaris tidak pernah ditemukan lagi.

Rohani menyebut temuan ini lebih dari sekadar pencapaian ilmiah, tetapi memperlihatkan bagaimana riset kolaboratif mampu membuka kembali ruang harapan bagi konservasi biodiversitas Indonesia.

Lebih lanjut, peneliti dari James Cook University Michael Grant mengungkapkan Sungai Sesayap telah ditetapkan sebagai Important Shark and Ray Area (ISRA) pada tahun 2024.

Pengakuan internasional tersebut menegaskan pentingnya kawasan itu sebagai daerah asuhan (nursery ground) bagi hiu sungai yang sangat langka.

(lom/mik) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]