Studi Baru: Bumi Berpotensi 'Menyemai' Venus dengan Kehidupan

CNN Indonesia
Senin, 01 Jun 2026 00:30 WIB
Menurut studi terbaru, ilmuwan memperkirakan Bumi dapat mengirim bahan kehidupan ke Venus, lewat mekanisme yang dikenal sebagai panspermia.
Ilustrasi. Menurut studi terbaru, ilmuwan memperkirakan Bumi dapat mengirim bahan kehidupan ke Venus, lewat mekanisme yang dikenal sebagai panspermia. (Dok. NASA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ilmuwan menilai ada kemungkinan Bumi dapat mengirim bahan kehidupan ke Venus, lewat mekanisme yang dikenal sebagai panspermia.

Mengutip laman New Scientist, panspermia merupakan gagasan bahwa kehidupan tidak dimulai di planet asal. Misalnya, kehidupan di Bumi berasal dari tempat lain di alam semesta, lalu dibawa ke sini oleh meteoroid dan benda angkasa lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan gagasan tersebut, sebuah penelitian terbaru menunjukkan skenario tersebut masuk akal secara perhitungan, terutama jika material yang terlontar dari Bumi mampu bertahan dan akhirnya terdispersi di atmosfer tebal Venus.

Menggunakan kerangka Venus Life Equation

Mengutip SciTechDaily, studi ini dipresentasikan dalam Lunar and Planetary Science Conference (LPSC) 2026 dan melibatkan tim dari Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory (JHUAPL) serta Sandia National Laboratories.

Adapun hasil studi oleh E. Guinan et al. ini sudah dipublikasikan di Journal of Geophysical Research: Planets pada Maret 2026.

Fokus mereka, yakni pada pertanyaan apakah material yang diluncurkan dari Bumi dapat memungkinkan kehidupan bertahan di awan Venus selama setidaknya beberapa hari per abad.

Penelitian menggunakan kerangka yang disebut Venus Life Equation (VLE), yang dikembangkan oleh Noam Izenberg dan rekan-rekannya pada 2021.

VLE bekerja mirip konsep Drake Equation, yakni peluang keberadaan kehidupan dipecah menjadi beberapa faktor yang kemudian dikalikan. Secara matematis, VLE ditulis ### L = O x R x C.

Dalam kerangka ini, L adalah kemungkinan adanya kehidupan yang masih ada (dari 0 hingga 1). O mewakili peluang "asal-usul" kehidupan yang bisa dimulai dan kemudian menetap di Venus.

Adapun R menggambarkan "ketahanan" material/kehidupan menghadapi perubahan, dan C menunjukkan kesinambungan kondisi yang mendukung hingga masa kini.

Material dari Bumi perlu terdispersi di atmosfer Venus

Tim peneliti menelaah perjalanan material melalui ruang angkasa. Setelah hantaman besar, material terlempar dengan energi tinggi dan mengalami berbagai tantangan, seperti panas akibat dampak, radiasi, vakum, serta suhu ekstrem.

Bukti dari pemodelan komputer dan studi meteor yang ditemukan di Bumi menunjukkan sebagian materi organik dapat bertahan pada proses lontaran dan perpindahan antarplanet.

Sampai di Venus, tantangannya berlanjut. Supaya dapat bertahan, material harus terdispersi di dalam atau tepat di atas lapisan awan Venus.

Untuk itu, para peneliti memusatkan perhitungan pada meteor besar yang meledak di atmosfer (bolide) dan mengadopsi "pancake model", metode semi-analitik yang menggambarkan fragmentasi bolide saat melewati atmosfer.

Ketika bolide meledak, hambatan udara akan menyebarkan pecahan secara horizontal, membentuk "pancake" material terdispersi. Dalam studi ini, penyebaran tersebut disebut sebagai "cells".

[Gambas:Video CNN]

Dengan memadukan model tersebut dengan data terdahulu untuk parameter-parameter awal, tim peneliti menghitung jumlah total sel yang mungkin berasal dari Bumi atau Mars dan mencapai awan Venus.

Mereka menemukan, secara potensial bisa ada ratusan miliar sel yang berpindah dari Bumi ke awan Venus, dengan sebagian yang mungkin masih layak hidup.

Perkiraan terbaik model mereka menyebut sekitar 100 sel terdispersi di awan Venus per tahun dari Bumi, sedangkan sekitar 20 miliar sel berpotensi telah berpindah dari Bumi selama 1 miliar tahun terakhir.

Namun, para peneliti menekankan, model VLE tidak menangkap seluruh detail interaksi bolide dan atmosfer. Adapun setiap parameter memiliki ketidakpastian besar.

Meski demikian, studi ini menyimpulkan pertukaran bahan kehidupan antara Bumi dan Venus berpotensi terjadi. Jika misi astrobiologi masa depan menemukan tanda kehidupan di awan Venus, maka masih ada kemungkinan bahwa sumbernya berasal dari Bumi.

(rti) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]