Tim UGM Selidiki Pemicu Misteri Kebakaran Berulang Rumah Fia di Sleman

CNN Indonesia
Senin, 01 Jun 2026 19:35 WIB
Api misterius di kediaman Mutfiana alias Fia, warga Seyegan, Sleman, DIY masih terus bermunculan sejak kejadian pertama sembilan hari lalu.
Tim gabungan dari Fakultas Teknik UGM turun tangan menginvestigasi pemicu teror api misterius yang berulang di rumah Mutfiana alias Fia, warga Seyegan, Sleman, DIY selama sembilan hari ini. (CNN Indonesia/Tunggul)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menginvestigasi dan mengambil sampel dari kediaman Mutfiana alias Fia di Seyegan, Sleman, DI Yogyakarta (DIY) yang dilanda kemunculan teror api misterius secara berulang.

Selama sembilan hari terakhir sejak kejadian pertama, api di rumah Fia ini terhitung setidaknya sudah 73 kali muncul. Tak sedikit perabotan hingga pakaian yang kini tidak lagi utuh gara-gara secara mendadak tersulut Si Jago Merah yang misterius itu.

Tim peneliti gabungan lintas disiplin dari Fakultas Teknik UGM pada Senin (1/6) siang ini secara perdana menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri kemunculan api secara tiba-tiba. Tim pakar tersebut telah meninjau rumah Fia sejak pekan lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini adalah satu satu kejadian yang memang luar biasa ya, kita bisa lihat langsung," kata Alva Edy Tontowi selaku ketua tim PKPE FT UGM ditemui di kediaman Fia, Senin siang tadi.

Pada momen hari ini, tim pakar tersebut melihat sendiri sebuah kaos hitam dalam sebuah kamar yang tiba-tiba sudah tersulut api. Tak sampai 30 menit berselang, kaos yang sebelumnya sudah disembur alat pemadam api ringan (APAR) itu mendadak mengeluarkan asap.

Kepulan asap semakin menebal dan tim pakar meyakini jika kondisi ini dibiarkan, api lama-lama akan muncul.

Hal itu pun sejalan dengan hasil pembacaan pada alat pendeteksi suhu yang dibawa tim pakar.

Temuan lain adalah senyawa gas Hidrogen (H2) pada kaos kadarnya terus naik saat dipindai dengan perangkat pendeteksi gas.

"Nah, khusus di ruangan (tempat kaos terbakar) tadi, ruangan yang tengah tadi. Kamar. Nggih, di kamar itu. Itu yang nampaknya konsentrasinya tinggi," terang Alva.

Alva menjelaskan timnya telah mengambil sejumlah sampel untuk dibawa ke laboratorium dan diperiksa lebih lanjut. Hanya saja, ia menganalisa teror api misterius di rumah Fia ini berkaitan dengan fenomena auto ignition atau spontaneous ignition alias pembakaran spontan.

Dia menerangkan pembakaran spontan terjadi ketika suatu bahan memicu panasnya sendiri tanpa sumber api dari luar. Dengan syarat, konsep dasar segitiga api terpenuhi.

"Segitiga api itu yang posisinya masing-masing kondisi optimum dan di situlah akan menyala. Nah, menyalanya memang di media-media. Tadi ada media kaos, kalau yang kejadian sebelumnya kan ada media-media yang lain dari plastik, dari yang lain-lain," terang Alva.

Suspek

Guru Besar bidang Ilmu Vulkanologi pada Fakultas Teknik UGM Agung Harijoko menyebut untuk sementara ini pihaknya menduga gas hidrogen sebagai 'suspect' atau pemicu utama dalam kejadian ini.

Dia menerangkan ada beberapa petunjuk mengarah ke senyawa itu.

Lebih lanjut, dia bilang, yang jadi pertanyaan bagi tim PKPE adalah 'bagaimana senyawa itu bisa terbentuk di rumah Fia?'.

Untuk mencari tahu lebih lanjut, pihakya pun mengambil sejumlah sampel. Termasuk, sampel air dari sumur yang telah diambil untuk ditelaah.

"Kami harus memikirkan lagi adalah sumbernya dari mana? Mekanismenya. Mekanisme pembentukan gas hidrogen ini yang perlu kami telaah lagi," ucapnya.

Guru Besar dalam Bidang Teknik Kimia FT UGM Sarto menambahkan, tim PKPE selain itu juga mengambil sampel air di area rumah Fia yang dugaannya dahulu merupakan sebuah rawa.

Sampel air diambil dari kolam limbah, sumur dan kamar mandi.

Sarto menuturkan, temuan gas hidrogen ini menambah deret senyawa yang kemungkinan menjadi dalang di balik kemunculan api. Sebelum ini, tim telah terlebih dahulu menemukan adanya gas metana (CH4) dari lokasi.

"Yang ini kok ternyata hidrogen. Sehingga kami akan mencari sumber yang sebenarnya apa, di samping kejadian-kejadian di sekitarnya yang kemarin diduga sampai saat ini kita kumpulkan informasinya," katanya.

Tim PKPE juga menyertakan Iswandi dari Teknik Elektro UGM guna memastikan kejadian di rumah Fia tak ada kaitannya dengan unsur kelistrikan.

Iswandi telah mengamati untuk faktor pengaruh dari medan elektromagnetik di sekitar. Ia menyatakan, tidak ada sumber besar, baik itu tower atau tegangan tinggi di sekeliling area kediaman Fia.

Iswandi menegaskan, ketidakstabilan aliran listrik di rumah Fia juga tidak memicu kejadian ini. Alasannya, titik api muncul secara sporadis alias acak dan menyebar.

"Bahwa yang terbakar itu kan satu gas ya, dan prosesnya tadi ada kemungkinan itu bisa muncul karena tidak perlu pemantik. Dan di sini memang kalau kelistrikan itu memang cenderungnya sebagai pemantik saja ya, tapi kalau memang itu prosesnya gasnya itu tidak perlu pemantik saya kira tidak ada hubungannya dengan listrik ya," paparnya.

Sebelumnya, api misterius di kediaman Mutfiana alias Fia, warga Seyegan, Sleman, DIY masih terus bermunculan sejak kejadian pertama sembilan hari lalu.

Hari ini, Senin (1/6) sejak pagi, kediaman Fia kedatangan tim pakar dari UGM dan penyelidik Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Saat tim pakar tengah sibuk di ruang depan, suara teriakan ibu Fia terdengar dari bagian dalam rumah.

"Njedul meneh iki (apinya muncul lagi)," kata ibu Fia.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, saat tim BPBD dan para pakar menyusul ke arah sumber suara, api telah menyulut sebuah kaos yang digantung di dalam sebuah kamar gelap. Semburan APAR tak berselang lama mematikan titik api.

Hanya berselang sekitar 24 menit, tim pakar UGM kembali berbondong-bondong ke bagian belakang rumah. Berdasarkan pantauan, kaos hitam yang tadi telah tersulut api, lagi-lagi mengeluarkan asap.

Kepulan asap semakin menebal dan tim pakar meyakini jika kondisi ini dibiarkan, api lama-lama akan muncul. Setelah alat detektor gas dikerahkan, data terkumpul dan asap pun dipadamkan dengan cara diinjak-injak.

Fia bilang, dengan dua kejadian siang ini maka total sudah 73 kali api misterius ini muncul dan membakar barang-barang di rumahnya. Sembilan hari ini, ia sekeluarga memetakan setidaknya 65 titik api.

(kum/kid) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]