73 Kali Terbakar, Pakar Ungkap Dugaan Awal Pemicu Rumah Fia Kebakaran

CNN Indonesia
Selasa, 02 Jun 2026 10:08 WIB
Pakar UGM selidiki kebakaran misterius di rumah Mutfiana di Sleman. Dugaan awal menyebut gas Hidrogen sebagai pemicu utama. (Foto: CNN Indonesia/Tunggul)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah pakar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkap dugaan awal pemicu kasus kebakaran berulang kali yang melanda kediaman Mutfiana alias Fia di Seyegan, Sleman, DI Yogyakarta. Rumah tersebut dilanda kemunculan teror api misterius secara berulang.

Selama sembilan hari terakhir sejak kejadian pertama, api di rumah Fia terhitung setidaknya sudah 73 kali muncul. Tak sedikit perabotan hingga pakaian yang kini tidak lagi utuh gara-gara secara mendadak tersulut api misterius tersebut.

Guru Besar bidang Ilmu Vulkanologi Fakultas Teknologi UGM Agung Harijoko menyebut untuk sementara pihaknya menduga gas Hidrogen (H2) sebagai 'suspect' atau pemicu utama dalam kejadian ini.

Gas Hidrogen adalah unsur kimia paling ringan dan paling sederhana di alam semesta. Pada suhu dan tekanan normal, hidrogen berbentuk gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan sangat mudah terbakar.

Menurutnya ada beberapa petunjuk yang mengarah ke senyawa itu. Salah satunya adalah temuan senyawa gas Hidrogen pada salah satu kaos yang terbakar kadarnya terus naik saat dipindai dengan perangkat pendeteksi gas.

Namun begitu, yang jadi pertanyaan adalah bagaimana senyawa itu bisa terbentuk di rumah Fia?

Untuk mencari tahu lebih lanjut, pihaknya mengambil sejumlah sampel, termasuk sampel air dari sumur yang telah diambil untuk ditelaah.

"Kami harus memikirkan lagi adalah sumbernya dari mana? Mekanisme pembentukan gas Hidrogen ini yang perlu kami telaah lagi," kata Harijoko.

Guru Besar dalam Bidang Teknik Kimia FT UGM Sarto menambahkan, tim PKPE juga mengambil sampel air di area rumah Fia yang dugaannya dahulu merupakan sebuah rawa. Sampel air diambil dari kolam limbah, sumur dan kamar mandi.

Temuan gas hidrogen ini menambah deret senyawa yang kemungkinan menjadi dalang di balik kemunculan api. Sebelum ini, tim telah terlebih dahulu menemukan gas metana (CH4) dari lokasi.

"Yang ini kok ternyata hidrogen. Sehingga kami akan mencari sumber yang sebenarnya apa, di samping kejadian-kejadian di sekitarnya yang kemarin diduga sampai saat ini kita kumpulkan informasinya," jelas Sarto.

Bukan masalah listrik

Tim tersebut turut menyertakan Iswandi dari Iswandi dari Teknik Elektro UGM guna memastikan kejadian di rumah Fia tak ada kaitannya dengan unsur kelistrikan. Iswandi telah mengamati untuk faktor pengaruh dari medan elektromagnetik di sekitar.

Ia menyatakan, tidak ada sumber besar, baik itu tower atau tegangan tinggi di sekeliling area kediaman Fia. Iswandi menegaskan, ketidakstabilan aliran listrik di rumah Fia juga tidak memicu kejadian ini. Alasannya, titik api muncul

Iswandi menegaskan, ketidakstabilan aliran listrik di rumah Fia juga tidak memicu kejadian ini. Alasannya, titik api muncul secara sporadis alias acak dan menyebar.

"Bahwa yang terbakar itu kan satu gas ya, dan prosesnya tadi ada kemungkinan itu bisa muncul karena tidak perlu pemantik. Dan di sini memang kalau kelistrikan itu memang cenderungnya sebagai pemantik saja ya, tapi kalau memang itu prosesnya gasnya itu tidak perlu pemantik saya kira tidak ada hubungannya dengan listrik ya," papar Iswandi.

(dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK