Kenapa Filipina Sering Diguncang Gempa Dahsyat? Ini Penjelasan Pakar

CNN Indonesia
Senin, 08 Jun 2026 16:46 WIB
Gempa magnitudo 7,7 mengguncang Pantai Selatan Mindanao, Filipina, menewaskan 19 orang dan memicu tsunami. (Foto: REUTERS/EDWIN ESPEJO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gempa dahsyat dengan kekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina pada Senin (8/6).

Getaran gempa tersebut juga dirasakan hingga sejumlah wilayah Indonesia, khususnya di Sulawesi Utara hingga memicu peringatan tsunami.

Menurut laporan The Guardian, aparat setempat menyebut 19 orang tewas, 134 cedera, dan 12 lainnya masih hilang karena tertimbun reruntuhan gedung yang hancur akibat gempa tersebut. Data tersebut merupakan laporan awal yang masih terus diperbarui oleh otoritas setempat.

Ini bukan pertama kalinya Filipina diguncang gempa besar. Dalam beberapa tahun terakhir, Filipina tercatat kerap mengalami gempa dahsyat.

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono menjelaskan salah satu faktor kenapa Filipina kerap diguncang gempa karena kompleksitas tektonik yang sangat tinggi di wilayah tersebut.

"Karena kompleksitas tektoniknya sangat tinggi: lempeng laut Maluku (double subduction), subduksi lempeng laut Filipina, dan Subduksi Cotabato. Belum lagi sesar-sesar aktifnya," kata Daryono, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (8/6).

Selain itu, terdapat banyak palung laut dalam di sekitar negara tersebut, seperti Palung Filipina. Di Zona ini, kerak samudra menujam ke bawah lempeng benua, memicu aktivitas subuduksi lempeng megathrust yang sering menimbulkan gempa berskala besar serta berpotensi memicu tsunami.

Daryono bahkan menduga gempa M7,7 pagi tadi masuk dalam kategori megathrust, yang bersumber dari zona Cotabato.

"Tadi itu gempa megathrust. Diduga kuat Megathrust Cotabato," jelas dia.

Lokasi geografis Filipina juga jadi faktor kenapa negara ini rawan gempa, sebagaimana halnya Indonesia.

Filipina terletak di Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire), sebuah sabuk tektonik yang terdiri dari busur vulkanik dan palung samudra di Samudra Pasifik. Secara geografis dan geologis, Filipina merupakan rumah bagi banyak sesar tektonik, baik di darat maupun lepas pantai.

"Seluruh panjang wilayah Filipina, sekitar 1.800 km, berada tepat di sepanjang batas dua lempeng tektonik utama, lempeng Laut Filipina, dan lempeng Eurasia, yang merupakan bagian dari Cincin Api Pasifik," kata John Dale B Dianala, asisten profesor di Institut Nasional Ilmu Geologi, Universitas Filipina, melansir Al Jazeera.

"Kedua lempeng ini, yang lebarnya ribuan kilometer, saling mendorong selama jutaan tahun dengan kecepatan dua hingga tiga kali lipat dari pertumbuhan kuku jari tangan," lanjut dia.

Menurutnya, setiap gempa bumi yang terjadi merupakan manifestasi pelepasan tegangan secara berkala di sepanjang retakan panjang pada lempeng-lempeng ini, yang merobek beberapa meter pergerakan di sepanjang sesar saat terjadi gempa besar.

(dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK