Waspada Jebakan Streaming Palsu Piala Dunia 2026, Uang Bisa Ludes

CNN Indonesia
Jumat, 19 Jun 2026 14:35 WIB
Penjahat siber memanfaatkan Piala Dunia 2026 dengan situs streaming palsu, yang bertujuan mencuri data dan dana kripto korbannya. (Foto: REUTERS/Annegret Hilse)
Jakarta, CNN Indonesia --

Para pelaku kejahatan siber turut memanfaatkan momen kemeriahan Piala Dunia 2026 untuk mencari mangsa. Salah satu modus yang mereka lakukan adalah membuat situs streaming palsu untuk menjebak korbannya.

Kaspersky, perusahaan keamanan siber asal Rusia, mendeteksi setidaknya 336 domain palsu yang meniru situs web resmi turnamen, sebagian dirancang untuk menjebak penonton lewat layanan streaming palsu.

Penyerang membuat situs web yang mengklaim menyediakan akses gratis ke siaran Piala Dunia. Setelah pengguna mengklik "Tonton sekarang," mereka diminta mendaftar untuk mendapatkan akses.

Selanjutnya, pengguna diminta membayar sejumlah biaya dengan mata uang kripto untuk "akses turnamen seumur hidup." Kaspersky memperingatkan modus ini berpotensi menguras dana kripto sekaligus mencuri data pendaftaran pengguna.

Kaspersky juga menemukan platform taruhan dan prediksi pertandingan palsu. Sebuah situs berbahasa Spanyol meminta informasi ekstensif berupa nama depan dan belakang, alamat email, nomor telepon, dan data lainnya dengan dalih pembuatan akun.

Situs serupa berbahasa Portugis menampilkan jadwal pertandingan yang akan datang. Untuk berpartisipasi dalam taruhan, pengguna diminta memberikan nama, email, dan detail pribadi lainnya. Modus ini membuat pengguna rentan terhadap pencurian kredensial, terutama bagi yang menggunakan kata sandi yang sama di berbagai layanan.

Skenario lain melibatkan email palsu yang mendorong pengguna mengirim uang atau mengklik tautan phishing. Dalam satu kasus, penggemar menerima email berisi tawaran layanan analitik sepak bola dan prediksi pemenang pertandingan. Penerima didorong bertindak cepat dengan membayar US$200 untuk mengakses layanan itu.

"Sejak awal turnamen dimulai, para pelaku kejahatan siber semakin fokus pada cara penggemar berinteraksi dengan acara tersebut secara online. Akibatnya, aktivitas kriminal terus meningkat, seperti yang tercermin dalam situs web palsu yang kami amati menawarkan layanan streaming dan taruhan dalam berbagai bahasa," kata Olga Altukhova, Analis Konten Web Senior di Kaspersky, dalam keterangan tertulisnya.

"Kami merekomendasikan agar pengguna tetap menggunakan siaran resmi untuk membantu melindungi data dan keuangan mereka," lanjut dia.

Kaspersky menyarankan pengguna memeriksa keaslian situs web sebelum memasukkan data pribadi, termasuk memeriksa format URL dan ejaan nama organisasi. Pengguna juga dianjurkan selalu menggunakan platform streaming resmi dan terpercaya.

Selain itu, Kaspersky menganjurkan penggunaan solusi keamanan yang mampu mengidentifikasi lampiran berbahaya dan memblokir tautan phishing. Aktifkan autentikasi multifaktor dan pantau akun secara berkala untuk mendeteksi aktivitas tidak sah.

(dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK