Elon Musk Mau Bikin 'Gugusan Bintang' Baru, Diberi Nama Starmind

CNN Indonesia
Jumat, 26 Jun 2026 10:59 WIB
SpaceX mengumumkan nama mega konstelasi satelit AI-nya,
SpaceX mengumumkan nama mega konstelasi satelit AI-nya, "Starmind," yang berpotensi 100 kali lebih besar dari Starlink. (Foto: Tangkapan layar instagram @starlink_satellites)
Jakarta, CNN Indonesia --

Elon Musk memiliki ide gila dengan membangun sebuah 'gugusan bintang' baru yang bakal mengorbit di luar angkasa. Seperti apa 'gugusan bintang' buatan orang terkaya di dunia itu? 

Namun begitu, 'gugusan bintang' tersebut bukan objek astronomi alami, melainkan jaringan raksasa satelit yang akan beroperasi di orbit Bumi. Proyek ambisius berbentuk mega konstelasi satelit kecerdasan buatan (AI) ini dirancang untuk berfungsi sebagai pusat data AI di orbit Bumi, dengan target mencapai 1 juta unit satelit.

SpaceX, perusahaan milik Musk, akan menamai mega konstelasi satelit AI yang tengah direncanakan itu dengan nama 'Starmind'. Pilihan nama tersebut meneruskan tradisi penamaan dengan embel-embel star atau bintang yang sudah lama diusung SpaceX.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Starmind bergabung dengan nama-nama yang sudah ada seperti Starship, Starbase, Starlink, Starshield, dan Starfall dalam deretan proyek berprefix "Star" milik perusahaan tersebut.

Di antara semua proyek itu, Starmind disebut sebagai yang paling ambisius. Bila terwujud sesuai rencana, konstelasi ini berpotensi berukuran sekitar 100 kali lebih besar dari Starlink saat ini.

Musk menggambarkan satelit-satelit Starmind sebagai pusat data orbital yang memanfaatkan energi matahari yang nyaris terus-menerus tersedia di luar angkasa. Rencana ini, kata Musk, akan "mengubah kemampuan kita untuk mengembangkan komputasi" dengan biaya operasional dan pemeliharaan yang rendah.

"Dengan memanfaatkan tenaga surya yang hampir konstan secara langsung dengan sedikit biaya operasi atau pemeliharaan, satelit-satelit ini akan mengubah kemampuan kita untuk menskalakan komputasi," Musk pada Februari lalu.

Dikutip dari Space, Musk juga menggambarkan proyek itu sebagai langkah awal menuju peradaban Tingkat II Kardashev, konsep teoretis sebuah peradaban yang mampu memanfaatkan seluruh energi bintangnya. SpaceX menargetkan konstelasi baru Starmind ini akan memiliki satu juta satelit.

Tema "Star" tampaknya telah menggantikan konvensi penamaan lama SpaceX. Lini roket pertama perusahaan itu dinamai "Falcon" yang terinspirasi dari Millennium Falcon dalam semesta "Star Wars," diikuti mesin "Merlin" dan "Kestrel" yang mengikuti tema burung pemangsa.

Mesin generasi terbaru penggerak Starship masih mewarisi kebiasaan tersebut dengan nama "Raptor."

(lom) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]