Ilmuwan Ungkap Alasan Orang Punya Rambut Keriting

CNN Indonesia
Senin, 20 Jul 2026 14:46 WIB
Ilmuwan menemukan bahwa bentuk rambut keriting sudah ditentukan di folikel sebelum tumbuh. (Foto: REUTERS/Lee Smith)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ilmuwan mengungkap rahasia rambut keriting pada manusia terdapat di bawah permukaan kulit kepala, tepatnya pada ratusan ribu folikel kecil yang tersebar di kulit kepala.

Pada 2005, sekelompok ilmuwan membedah folikel rambut kulit kepala manusia.

Mereka menemukan bahwa pada orang berambut keriting, bentuk lekuk rambut sudah terbentuk bahkan sebelum helai rambut itu keluar dari kulit kepala.

Dari temuan itu, para peneliti menyimpulkan bahwa keriting atau lurusnya rambut telah "diprogram" sejak dari dalam bola folikel.

Setiap helai rambut di kulit kepala terbentuk di dalam folikel di bawah kulit, lalu perlahan muncul melalui pori-pori. Jika folikel tersebut berbentuk vertikal atau lurus, rambut yang tumbuh juga akan lurus.

Namun jika folikel melengkung seperti tongkat golf, bagian untai rambut yang baru terbentuk akan ikut melengkung sejak awal pembentukannya.

Prosesnya digambarkan mirip proses cetakan, meski jauh lebih kompleks.

Bukti terbaru menunjukkan sel-sel pada salah satu sisi "cetakan" folikel membelah dan matang dengan cara berbeda dibandingkan sisi sebaliknya. Akibatnya, komposisi keratin dan material lain pada rambut tidak merata di sekeliling untai rambut.

Ketidakmerataan struktur itulah yang menciptakan untai rambut asimetris, sehingga rambut lebih cenderung berkelok dan melengkung ke satu arah.

Sebagai perbandingan, folikel rambut lurus memiliki struktur yang jauh lebih simetris.

Sebuah tinjauan literatur pada 2019 menemukan bahwa meski komposisi satu helai rambut turut memengaruhi kekasaran dan teksturnya, bentuk folikel rambutlah yang sebenarnya menentukan apakah rambut tumbuh bergelombang, ikal, atau lurus.

Begitu rambut keluar dari kulit kepala dan terjurai, ia akan mempertahankan bentuk asalnya sejak di dalam folikel.

Dikutip dari ScienceAlert, struktur folikel rambut bersifat genetik, itulah sebabnya seseorang kerap memiliki jenis rambut yang sama dengan anggota keluarganya.

Folikel rambut merupakan struktur yang sangat kompleks. Di dalamnya terdapat sel punca, pembuluh darah, dan kelenjar yang bekerja sama merangkai untaian serat rambut.

Begitu rambut lepas dari kulit, ia berubah menjadi semacam "tali biologis". Sel-selnya tak lagi membelah maupun matang, dan yang tersisa hanyalah serat keratin mati.

Meski begitu, masa hidupnya di dalam folikel telah menentukan bentuknya untuk selamanya.

Jenis rambut kerap dikategorikan berdasarkan ras, tetapi menurut tinjauan pada 2019, klasifikasi tersebut tidak didukung oleh sains.

Setiap populasi, apa pun garis keturunannya, menunjukkan spektrum bentuk rambut yang beragam, meski pola keriting tertentu memang lebih umum ditemukan pada garis keturunan genetik tertentu.

Lantas mengapa manusia berevolusi memiliki jenis folikel rambut yang berbeda-beda?

Para ilmuwan mengaku belum sepenuhnya memahami alasannya. Namun, bukti baru mendukung teori bahwa rambut di kulit kepala berevolusi untuk membantu manusia menjaga suhu tubuh tetap sejuk.

Dalam eksperimen berjudul "Human scalp hair as a thermoregulatory adaptation" yang dipublikasikan pada 2023, sebuah manekin termal dikenakan wig rambut manusia di dalam ruang berkontrol iklim. Hasilnya, manekin tersebut menyerap panas lebih sedikit dibandingkan saat kepalanya dibiarkan botak.

Para peneliti mencoba beberapa jenis wig, mulai dari rambut lurus, keriting longgar, hingga keriting rapat.

Seluruh jenis wig itu terbukti mendinginkan kepalamanekin, namun rambut keriting rapat tercatat paling efektif menahan radiasi panas matahari dari atas.

[Gambas:Video CNN]

(lom)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK