China Mulai Membangun Jaringan Komputasi AI di Orbit Bumi

CNN Indonesia
Senin, 20 Jul 2026 16:00 WIB
China meluncurkan proyek Xingshu Plan, membangun jaringan komputasi berbasis satelit untuk AI.
Ilustrasi. China meluncurkan proyek Xingshu Plan, membangun jaringan komputasi berbasis satelit untuk AI. (Foto: Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia --

China mulai membangun jaringan komputasi berbasis satelit untuk kecerdasan buatan (AI) di orbit Bumi melalui peluncuran konstelasi pertama proyek Xingshu Plan.

Shanghai Xingshu Tiansuan Space Technology menyebut proyek tersebut pada tahap akhir ditargetkan membentuk jaringan sekitar 1.000 satelit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perusahaan mengklaim peluncuran awal itu membawa China lebih dekat pada pengoperasian komersial jaringan komputasi berbasis antariksa.

Berbeda dengan sistem yang mengirim seluruh data mentah ke Bumi untuk diproses, komputasi berbasis antariksa memproses data langsung di orbit.

Dilansir Reuters pada Senin (20/7), sistem itu dapat digunakan untuk kebutuhan AI dan penginderaan jauh. Hasil pemrosesan kemudian dikirim ke Bumi, bukan seluruh data mentah yang dikumpulkan satelit.

Pendukung konsep ini menilai pengolahan data di orbit berpotensi mengurangi jeda pengiriman data dan tekanan pada kapasitas jaringan komunikasi ke Bumi.

Menurut China Daily, Xingshu Plan merupakan proyek konstelasi komputasi antariksa unggulan Shanghai. Nama Xingshu diambil dari istilah China yang berarti pusat bintang.

Pada tahap verifikasi, proyek tersebut dirancang mencakup dua satelit komputasi dan 12 satelit edge computing atau komputasi tepi.

Tahap komersial proyek ditargetkan diperluas menjadi 50 satelit komputasi dan 100 satelit komputasi tepi.

Tahap operasional terakhir menargetkan jaringan sekitar 1.000 satelit pada sistem komputasi ini.

Lebih lanjut, pengumuman proyek itu disampaikan dalam forum komputasi masa depan pada World AI Conference (WAIC) dan High-level Meeting on Global AI Governance 2026 di Shanghai, Sabtu (18/7).

Reuters melaporkan pengumuman tersebut bertepatan dengan kehadiran Presiden China Xi Jinping dalam konferensi itu. Xi disebut menempatkan Beijing sebagai pemimpin tatanan global baru untuk AI.

Pengembangan komputasi di orbit juga menjadi perhatian perusahaan lain. SpaceX milik Elon Musk, setelah bergabung dengan xAI pada Februari, disebut turut mendorong inisiatif komputasi berbasis antariksa untuk mempercepat pengembangan AI.

(lom) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]