5 Aplikasi Google yang Bisa Kuras Baterai HP Kamu

CNN Indonesia
Minggu, 02 Agu 2026 18:10 WIB
Beberapa aplikasi Google dapat menguras baterai ponsel karena aktivitasnya yang intens. (Foto: REUTERS/Dado Ruvic)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah aplikasi dapat menguras baterai HP karena aktivitasnya yang cukup intens, termasuk aplikasi buatan Google yang biasanya diinstall secara default. Simak daftar aplikasinya Google yang dapat mengurasi baterai berikut ini.

Kapasitas baterai ponsel terus meningkat, tetapi daya tahan perangkat tidak hanya ditentukan oleh besarnya baterai. Aplikasi yang berjalan di latar belakang juga dapat membuat baterai lebih cepat habis.

Selain aplikasi media sosial seperti TikTok, Facebook, Snapchat, dan Instagram, sejumlah aplikasi buatan Google juga berpotensi menguras baterai karena terus memakai layar, internet, prosesor, GPS, atau layanan latar belakang.

Dikutip dari BGR, berikut lima aplikasi Google yang dapat menguras baterai ponsel beserta cara mengurangi konsumsinya.

1. YouTube

YouTube termasuk aplikasi yang banyak mengonsumsi daya karena memutar video melibatkan sejumlah komponen ponsel secara bersamaan.

Koneksi WiFi atau data seluler terus digunakan untuk mengunduh video dari server, layar harus tetap menyala, sementara prosesor bekerja untuk menerjemahkan atau mendekode video.

Memutar video dengan resolusi tinggi, seperti 4K, juga dapat memberi beban tambahan pada baterai.

Pengguna dapat mengurangi konsumsi baterai dengan mematikan pemutaran otomatis pratinjau video.

Pada Android, buka aplikasi YouTube, ketuk ikon profil, pilih Settings, lalu masuk ke General > Playback in feeds dan pilih Off.

Pada iPhone, buka profil, pilih Settings > Playback > Playback in feeds, kemudian pilih Off.

Pengguna Android juga dapat membuka Settings > Apps > YouTube > App battery usage, lalu menonaktifkan Allow background usage.

Pada iPhone, buka Settings > Apps > YouTube, kemudian matikan Background App Refresh.

2. Google Chrome

Google Chrome dapat menguras baterai karena menjalankan sejumlah proses di latar belakang, termasuk mengirim dan menerima data dari server.

Fitur seperti pemuatan halaman lebih awal atau page preloading dan sinkronisasi antarperangkat juga dapat menambah penggunaan daya.

Chrome versi ponsel tidak memiliki mode penghemat energi khusus seperti yang tersedia pada versi komputer. Namun, pengguna tetap dapat membatasi aktivitasnya di latar belakang.

Pada Android, buka Settings > Apps > Chrome > App battery usage, lalu matikan Allow background usage.

Pada iPhone, buka Settings > Apps > Chrome, kemudian nonaktifkan Background App Refresh.

Untuk mematikan pemuatan halaman lebih awal di Android, buka Chrome, ketuk ikon tiga titik, lalu pilih Settings > Privacy and security > Preload pages > No preloading.

3. Google Maps

Google Maps juga dikenal cukup boros baterai karena terus menggunakan GPS untuk memantau lokasi pengguna.

Saat navigasi berlangsung, aplikasi juga memakai koneksi internet dan membuat layar tetap menyala untuk menampilkan petunjuk arah.

Fitur seperti Live View, informasi lalu lintas realtime, dan berbagai proses latar belakang turut meningkatkan konsumsi daya.

Google menyediakan mode Power Saving pada Google Maps, tetapi fitur tersebut hanya tersedia pada Pixel 10, Pixel 10 Pro, Pixel 10 Pro XL, dan Pixel 10 Pro Fold dalam mode berkendara.

Pada perangkat yang didukung, fitur itu aktif secara bawaan dan dapat digunakan dengan menekan tombol daya saat berkendara.

Pengguna perangkat lain dapat menghemat baterai dengan mengunduh peta untuk digunakan secara luring, menurunkan tingkat kecerahan layar, dan membatasi aktivitas Google Maps di latar belakang.

Pada Android, buka Settings > Apps > Maps > App battery usage, lalu matikan Allow background usage.

Pada iPhone, buka Settings > Apps > Google Maps, kemudian nonaktifkan Background App Refresh.

4. Gmail

Gmail dapat menguras baterai karena terus menyinkronkan surat elektronik dan memeriksa pesan baru di latar belakang.

Proses tersebut membutuhkan koneksi internet dan tenaga pemrosesan. Notifikasi pesan masuk juga dapat menyalakan layar ponsel.

Selain itu, penggunaan daya bisa bertambah apabila pengguna memasukkan beberapa akun email yang terus disinkronkan secara bersamaan.

Untuk mengurangi konsumsi baterai pada Android, buka Settings > Apps > Gmail > App battery usage, lalu matikan Allow background usage.

Pada iPhone, buka Settings > Apps > Gmail, kemudian nonaktifkan Background App Refresh.

Sebagai catatan, pembatasan tersebut dapat membuat notifikasi atau pembaruan email tidak muncul secepat sebelumnya.

5. Google Home

Google Home dapat mengonsumsi banyak daya karena terus melakukan sinkronisasi dengan layanan komputasi awan.

Aplikasi tersebut juga memiliki fitur presence sensing yang memakai lokasi ponsel untuk mengetahui apakah pengguna berada di rumah atau sedang pergi.

Agar fitur tersebut bekerja, Google Home memerlukan izin untuk mengakses lokasi secara terus-menerus. Penggunaan GPS di latar belakang dapat membuat baterai lebih cepat habis.

Untuk mematikan akses lokasi pada Android, buka Settings > Apps > Home > Permissions > Location, kemudian pilih Don't allow.

Pada iPhone, buka Settings > Apps > Google Home > Location, lalu pilih Never.

Pengguna juga dapat membatasi aktivitas latar belakang dengan mematikan Background App Refresh di iPhone atau Allow background usage pada pengaturan aplikasi di Android.

Perlu dicatat, membatasi aktivitas latar belakang atau akses lokasi dapat membuat sebagian fitur aplikasi tidak bekerja secara optimal.

Oleh karena itu, pengguna perlu menyesuaikan pengaturan berdasarkan kebutuhan masing-masing.

(lom)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK