BMKG: Ratusan Wilayah Indonesia Tak Diguyur Hujan Lebih dari 2 Bulan

CNN Indonesia
Kamis, 06 Agu 2026 12:10 WIB
BMKG melaporkan ratusan wilayah Indonesia tak diguyur hujan lebih dari 60 hari. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap ratusan wilayah Indonesia tak diguyur hujan lebih dari 2 bulan. Beberapa wilayah bahkan masuk status ekstrem dan tak diguyur hujan hingga 90 hari.

BMKG menyebut kondisi kering di Tanah Air diperkirakan masih berlanjut di awal Agustus dan semakin meluas.

"Hasil monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) Dasarian III Juli 2026 menunjukkan sebanyak 1.657 titik pengamatan mengalami HTH Sangat Panjang selama 31-60 hari," kata BMKG dalam Prakiraan Cuaca Indonesia Sepekan Periode 4-10 Agustus 2026.

"Sedangkan 306 titik pengamatan lainnya mengalami HTH Ekstrem Panjang lebih dari 60 hari," lanjutnya.

Wilayah dengan HTH sangat panjang hingga ekstrem tersebut tersebar di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatra bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, Maluku Utara, dan sebagian Sulawesi.

Sementara itu, wilayah dengan hari tanpa hujan terpanjang tercatat selama 90 hari di Pos Hujan BPP Pajangan, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta.

BMKG mengatakan berlanjutnya kondisi tanpa hujan dalam durasi panjang perlu diwaspadai karena dapat mengurangi ketersediaan air serta meningkatkan kerentanan lahan dan vegetasi terhadap kebakaran.

Menurut BMKG, indikasi meningkatnya dampak musim kemarau juga terlihat dari sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat, Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

Kondisi tersebut diperkuat oleh hasil pemantauan citra satelit yang mendeteksi sebaran asap di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.

Asap dari karhutla di Kalimantan bahkan berpotensi melintasi batas negara menuju Sarawak dengan pergerakan dominan ke arah barat laut.

Hal tersebut, kata BMKG, menunjukkan kondisi kering tidak hanya meningkatkan risiko karhutla, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak lintas wilayah.

Meski kondisi kering mendominasi, potensi hujan lebat secara lokal disebut masih dapat terjadi.

Pada periode 30 Juli-2 Agustus 2026, hujan lebat hingga sangat lebat tercatat di Aceh sebesar 164,3 mm/hari, Sumatera Utara 144 mm/hari, Sumatera Barat 102,5 mm/hari, Kepulauan Riau 97 mm/hari, dan Kalimantan Utara 59 mm/hari.

Kondisi ini didukung oleh aktivitas Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial serta anomali OLR negatif yang mengindikasikan peningkatan tutupan awan di sebagian wilayah Indonesia bagian barat hingga tengah.

"Meskipun kondisi musim kemarau semakin menguat di banyak wilayah, peluang hujan lebat secara lokal masih tetap ada," jelas BMKG.

(lom)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK