Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia

CNN Indonesia
Jumat, 07 Agu 2026 11:00 WIB
Satelit Lampung-1, satelit AI hiperspektral pertama Indonesia, diluncurkan untuk memantau pertanian dan risiko bencana. Kerja sama dengan Provinsi Shandong. (Foto: ANTARA/Xinhua/Song Xiongye)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satelit Lampung-1 mencatat sejarah sebagai satelit berbasis kecerdasan buatan (AI) hiperspektral pertama dari Indonesia. Satelit ini resmi meluncur dari perairan Haiyang, Provinsi Shandong, China, pada Rabu (5/8).

Satelit ini diluncurkan menggunakan roket Smart Dragon-3 dalam misi OSE Hyperspectral Twin Satellites.

Peluncuran itu disaksikan langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama delegasi Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Provinsi Shandong, STAR.VISION Aerospace, serta sejumlah mitra internasional.

Melansir berbagai sumber, berikut adalah fakta-fakta mengenai Satelit Lampung-1:

Proyek kerja sama

Satelit Lampung-1 tidak berdiri sendiri. Satelit ini merupakan proyek kerja sama antara Pemprov Lampung dengan Provinsi Shandong.

Menurut Rahmat, penguatan kolaborasi dan kerja sama antar provinsi di negara berbeda tersebut mencakup pertanian modern, teknologi, investasi, perdagangan, infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia, dan salah satunya melalui pengembangan satelit Lampung-1.

Melansir Antara, kerja sama itu tidak berhenti pada akses citra satelit, tetapi diarahkan untuk membangun ekosistem pemanfaatan teknologi hiperspektral AI melalui transfer pengetahuan, riset bersama, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan Lampung.

Peran BRIN

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ikut berperan dalam proyek ini. Dalam proyek ini, BRIN akan memastikan pemanfaatan data, agar berjalan sesuai standar ilmiah, tata kelola data, dan regulasi penginderaan jauh yang berlaku di Indonesia.

Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan salah satu aspek yang didiskusikan dan menjadi fokus BRIN adalah ihwal keamanan data.

Ia menekankan bahwa BRIN nantinya bakal memiliki otoritas terkait penyimpanan data. Arif memastikan keamanan data pengguna akan tetap aman ke depannya.

Fungsi dan tujuan

Laporan Xinhua mengungkap bahwa Satelit Lampung-1 dirancang untuk memantau pertanian hingga risiko bencana di wilayah Indonesia. Pemanfaatan satelit ini rencananya akan dipusatkan di Lampung.

"Pertanian menjadi salah satu sektor prioritas, khususnya untuk mendukung pemetaan lahan, pemantauan kondisi tanaman, identifikasi kekurangan air, deteksi dini gangguan tanaman, dan perkiraan potensi produksi. Salah satu komoditas yang telah masuk dalam eksplorasi awal adalah singkong," kata Rahmat.

Data Lampung-1 juga berpotensi dikembangkan untuk pengelolaan lingkungan, pemantauan pesisir dan kelautan, mitigasi banjir dan kekeringan, pemantauan perubahan tutupan lahan, serta perencanaan pembangunan yang lebih presisi.

Spesifikasi Lampung-1

Lampung-1 dikembangkan sebagai satelit hiperspektral yang dilengkapi dengan kemampuan kecerdasan artifisial untuk membantu pemrosesan awal data di orbit. Pendekatan ini membuka peluang agar data yang dikirim ke bumi dapat lebih terpilah, dan lebih cepat diterjemahkan menjadi informasi yang dibutuhkan pengguna.

Menurut STAR.VISION, Lampung-1 memiliki bobot 300 kg dan membawa 22 saluran spektral yang sudah dikalibrasi secara tepat, mencakup rentang panjang gelombang 400-1.650 nanometer.

Satelit ini memiliki resolusi spasial hingga 5 meter dan lebar cakupan pencitraan (imaging swath) satelit tunggal sebesar 300 km. Jaringan kedua satelit ini mampu mencapai siklus kunjungan ulang (revisit cycle) global 5 hari.

Mengutip Antara, salah satu keunggulan satelit ini adalah kapasitas komputasi internal sebesar 400 TOPS yang memungkinkan dilakukannya inferensi kecerdasan buatan di luar angkasa.

Satelit ini diklaim mampu memproses dan mengintepretasikan citra saat berada di orbit, termasuk mengidentifikasi tanaman dan mengevaluasi bencana.

(dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK