Mitos dan Fakta Ikan Oarfish yang Kerap Dikaitkan dengan Bencana

CNN Indonesia
Rabu, 26 Agu 2026 15:20 WIB
Ikan oarfish, dikenal sebagai 'ikan kiamat', sering dikaitkan dengan bencana alam (Foto: Christophe ARCHAMBAULT / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ikan oarfish yang juga dikenal dengan sebutan 'ikan kiamat' kerap dikaitkan dengan tanda bencana alam. Simak mitos dan fakta terkait ikan ini.

Baru-baru ini, ikan oarfish ditemukan mati terdampar di Pantai Pink, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ikan langka sepanjang empat meter itu ditemukan pengunjung dalam kondisi mati sekitar pada Selasa (25/8) pukul 07.30 WITA. Video penemuan ikan itu pun viral di media sosial.

Ikan oarfish termasuk dalam famili "Regalecidae" yang berasal dari bahasa Latin "Regalis" yang berarti kerajaan. Ikan ini berukuran sangat panjang, bahkan dinobatkan sebagai ikan terpanjang di dunia.

Dikutip dari laman resmi IPB, nama "Oarfish" diketahui berasal dari bentuk tubuh atau sirip dadanya yang sangat padat dan memanjang menyerupai oar atau dayung.

Ikan oarfish raksasa pertama kali ditemukan pada 1772. Habitatnya di laut beriklim sedang hingga tropis dengan kedalaman 3.300 kaki atau sekitar 1.000 meter.

Famili Oarfish terdiri dari tiga spesies, salah satunya adalah oarfish raksasa atau Regalecus glesne. Spesies ini memiliki tulang terpanjang yang dapat tumbuh hingga mencapai 36 kaki atau sekitar 11 meter.

Beberapa sumber bahkan menyebut ikan ini memiliki panjang hingga 56 kaki atau sekitar 17 meter dengan beratnya mencapai sekitar 270 kilogram.

Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), daging ikan oarfish memiliki tekstur yang lembut dan lengket. Status konservasinya masih belum sepenuhnya dipelajari karena jarang diamati dalam keadaan hidup, meski telah dilakukan percobaan konsumsi.

Ikan oarfish biasanya memakan plankton kecil karena memiliki bukaan berukuran kecil pada sistem pencernaannya. Ikan ini tidak memiliki gigi, melainkan "penyapu insang" untuk menjerat organisme kecil.

Tidak seperti ikan bertulang lainnya, ikan ini tidak memiliki sisik. Ia memiliki tekstur yang sangat lembut dan mudah rusak saat berada di permukaan, meski ia beradaptasi untuk bertahan di kedalaman laut yang tinggi.

Mitos pembawa bencana

Lebih lanjut, ikan oarfish kerap dianggap sebagai pertanda gempa bumi dan tsunami saat terdampar di pantai.

Dikutip dari The Guardian, mitos ini tertulis dalam kumpulan cerita misteri bernama "Shokoku Rijin Dana" yang diterbitkan pada abad 18 di Jepang.

Ikan ini secara tradisional dikenal sebagai "Ryugu no tsukai" atau "Pembawa Pesan dari Istana Dewa Laut." Legenda mengatakan bahwa mereka terdampar di pantai sebelum gempa bumi bawah laut.

Teori berkembang ke arah pseudosains. Beberapa ahli berspekulasi makhluk itu pindah ke perairan yang lebih dangkal ketika mereka merasakan perubahan elektromagnetik yang disebabkan oleh gerakan tektonik yang terkait dengan patahan aktif.

Keyakinan itu makin menguat saat gempa Fukushima 2011 dan tsunami yang menewaskan lebih dari 20 ribu orang. Setidaknya belasan oarfish terdampar di pantai Jepang pada tahun sebelum bencana, menurut Kyodo News.

Osamu Inamura, direktur Akuarium Uozu, memiliki teori yang lebih ilmiah terkait kemunculan ikan oarfish di Teluk Toyama yang dikaitkan dengan gempa tersebut.

Menurutnya, oarfish mengikuti pergerakan pasokan makanannya, sejenis udang mikro.

"Ketika pasokan udang mereka naik ke arah plankton pada siang hari, oarfish terkadang mengikuti dan tertangkap jaring nelayan," kata Inamura.

Sementara, Penjaga Akuarium Uozu Kazusa Saiba, mengatakan pergerakan oarfish ada kemungkinan dipicu "perubahan halus pada kerak bumi" menjelang gempa bumi.

Hal ini, kata dia, "dapat menyebabkan arus bergerak dan mendorong makhluk di dasar laut ke permukaan."

Terlepas dari itu, Saiba mengatakan "tidak ada bukti ilmiah sama sekali untuk teori bahwa oarfish muncul di sekitar gempa besar. Tapi kami tidak bisa 100 persen menyangkal kemungkinan itu."

"Bisa jadi pemanasan global berdampak pada munculnya oarfish atau alasan yang tidak kita sadari," tandasnya.

(nad/lom)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK