Startup asal Amerika Serikat (AS) mengumumkan rencana ambisius untuk mengirim wahana luar angkasa menuju Alpha Centauri yang berjarak 4,4 tahun cahaya atau 40 triliun kilometer dari Bumi hanya dengan modal US$15 juta (Rp265 miliar).
Fermi Explorer berencana meluncurkan wahana antariksa kecil menuju Alpha Centauri pada 2029 mendatang. Wahana ini diperkirakan akan membutuhkan 80 ribu tahun untuk sampai ke sistem bintang tersebut.
Pendiri dan presiden perusahaan rintisan tersebut Philip Johnston mengungkapkan tujuan misi panjang ini adalah menginspirasi generasi mendatang untuk mengembangkan cara yang lebih cepat dalam melakukan perjalanan melalui ruang antarbintang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berharap menjadi yang pertama berangkat dan terakhir sampai di Alpha Centauri," katanya dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Gizomodo, Senin (6/9).
Sebelumnya, pada 2016 pengusaha teknologi Yuri Milner juga sempat mengumumkan rencana untuk menuju Alpha Centauri dengan proyek US$100 juta bernama Breaktrough Starshot. Namun, proyek tersebut sampai saat ini belum juga mengumumkan tanggal peluncurannya.
"Kami tidak ingin menjadi Breakthrough Starshot yang lain. Kami bertekad untuk benar-benar meluncurkan sesuatu," kata Johnston.
Fermi Explorer akan menggunakan sistem pendorong bertenaga surya yang telah teruji untuk secara bertahap meningkatkan kecepatan. Misi ini akan tetap dilakukan meski mereka menyadari bahwa roket tersebut tidak akan mampu mencapai Alpha Centauri dalam rentang waktu hidup mereka.
Misi tersebut mengandalkan desain yang dikembangkan sebuah lab penelitian fisika AI, Physical Superintelligence. Setelah peluncuran, wahana luar angkasa tersebut akan mengelilingi Matahari selama 12 tahun untuk mendapatkan kecepatan melalui serangkaian manuver pembakaran.
Baru setelah mencapai kecepatan yang ditargetkan, wahana luar angkasa tersebut akan meluncur keluar dari tata surya dan memulai perjalanan ruang antarbintangnya.
"Tak seorang pun dari kita akan berada di sini ketika perjalanan ini berakhir, dan itulah intinya," tutur Johnston.
Lebih lanjut, Johnston menyatakan misi ini akan menjadi langkah pertama yang akan menginspirasi generasi mendatang untuk melampaui keterbatasan yang ada sekarang. Sepanjang sejarah manusia, sejauh ini hanya dua roket yang berhasil menjelajah ke luar tata surya, yakni Voyager 1 dan 2.
Voyager 1 adalah objek buatan manusia dengan jelajah terjauh, roket tersebut mampu bergerak dengan kecepatan hampir 70 ribu kilometer per jam dan telah menempuh 25,67 miliar kilometer sejak diluncurkan pada tahun 1977.
Fermi Explorer akan membawa muatan seberat 1 kilogram dalam kotak berpelindung 10 x 10 sentimeter. Perusahaan ini akan membuka tiga bulan periode pengajuan proposal untuk muatan ilmiah dan artistik yang akan dibawa ke Alpha Centauri.
Misi ini juga berencana untuk menyertakan salinan digital dari Golden Record misi Voyager, serta pesan-pesan dari anak-anak di seluruh dunia.
Mantan perwira Angkatan Udara AS Garrett Jameson yang akan memimpin operasional harian manyatakan bahwa bagian yang paling menginspirasi dari misi ini adalah kita tidak perlu menunggu kondisi yang sempurna untuk memulai sesuatu.
"Kita dapat merangkul keterbatasan, membangun apa yang mungkin dilakukan sekarang, dan memberikan sesuatu yang bermakna bagi generasi berikutnya untuk dikembangkan," terang Jameson.
(fta/lom)
