OpenAI Klaim Pecahkan Soal Matematika Rumit Pakai 10 Ribu Bot

CNN Indonesia
Kamis, 10 Sep 2026 08:32 WIB
OpenAI mengklaim berhasil memecahkan persamaan Navier-Stokes dalam 88 jam dengan 10.000 bot AI. (Foto: REUTERS/Dado Ruvic)
Jakarta, CNN Indonesia --

OpenAI mengklaim berhasil menemukan solusi untuk soal matematika rumit yang tidak terpecahkan selama 90 tahun. Perusahaan mengklaim mereka berhasil menemukan solusi itu hanya dalam hitungan jam dengan model kecerdasan buatan (AI) terbaru dan ribuan bot AI.

Perusahaan pembuat ChatGPT tersebut menyatakan bahwa 10 ribu agen atau bot AI mereka telah berhasil memecahkan persamaan Navier-Stokes yang terkenal sulit hanya dalam 88 jam.

Melansir BBC, Navier-Stokes berkaitan dengan bagaimana fluida bergerak. Aspek-aspek penting dari permasalahan ini belum memiliki bukti atau argumen yang mendasari persamaan matematika yang benar.

OpenAI menyebut solusi yang mereka temukan sebagai tonggak sejarah yang membuktikan bahwa perangkat AI telah berkembang dengan cepat.

Solusi yang ditemukan OpenAI belum diverifikasi oleh The Clay Mathematics Institute, organisasi matematika penyelenggara Millennium Prize yang menawarkan hadiah uang tunai besar kepada orang pertama yang berhasil memecahkan teka-teki atau permasalahan matematika tertentu.

Pada akhir Agustus, perusahaan mengatakan bahwa mereka mulai melatih model AI baru yang dapat dengan cepat menunjukkan kemampuannya dalam matematika. Model AI adalah program komputer yang dilatih dengan sejumlah besar data untuk mengenali dan memprediksi pola dalam informasi.

Model OpenAI terbaru ini sebenarnya hanya digunakan di dalam perusahaan karena jauh lebih mumpuni daripada yang mereka rilis. Namun, para penelitinya memutuskan untuk menggunakannya pada beberapa masalah matematika tingkat lanjut yang penting.

OpenAI mengakui bahwa pada Selasa pekan lalu (1/9), mereka mendengar desas-desus bahwa dua masalah Millennium Prize telah terpecahkan. Mereka kemudian memutuskan untuk mengerahkan ribuan bot AI yang dilatih untuk mencoba memecahkan masalah-masalah yang tersisa.

Baru sekitar 88 jam kemudian atau pada Sabtu (5/9), OpenAI berhasil menemukan solusi untuk masalah Navier-Stokes setelah mengerahkan 10.000 bot AI untuk tugas tersebut. Masalah ini terletak pada inti turbulensi, yang merupakan fenomena yang selama ini masih belum dipahami dengan baik.

Meski hanya membutuhkan waktu yang singkat untuk mencapai solusi, OpenAI mengatakan bot AI mereka bertukar hampir 3 juta pesan dan menggunakan 130 miliar output token hanya untuk persamaan Navier-Stokes tersebut.

Berdasarkan skema harga yang ditetapkan oleh OpenAI untuk output dari model-model tercanggihnya, aktivitas sebesar itu menghabiskan biaya sekitar US$10 juta (Rp175,7 miliar).

Solusi yang dicapai OpenAI dalam permasalahan Navier-Stokes telah menyelesaikan dua dari empat pernyataan dalam bukti yang diminta oleh Milenium Prize. Hadiah untuk pemenangnya bernilai $1 juta (17,5 miliar).

"Tujuan kami merilis hasil ini adalah untuk melaporkan kemajuan substansial dari model AI kami. Kami tidak bermaksud untuk mengklaim Milenium Prize atas hasil ini," kata OpenAI.

Picu kontroversi

Klaim perusahaan tersebut langsung memicu kontroversi. Profesor matematika New York University Tristan Buckmaster mengatakan bahwa dia bersama Levent Alpöge, matematikawan yang bekerja untuk Anthropic (pesaing OpenAI) juga sedang mencari solusi untuk masalah tersebut.

Kedua peneliti tersebut menggunakan alat Codex milik OpenAI dalam riset mereka. Namun, Buckmaster mengungkapkan bahwa pada tanggal 3 September, ia mendapati informasi mengenai kemajuan riset mereka telah bocor atau diteruskan ke OpenAI.

Pernyataan Buckmaster disampaikan pada hari yang sama, beberapa jam sebelum OpenAI mempublikasikan riset Navier-Stokes mereka. Ia mengklaim OpenAI baru mulai mengerjakan persamaan Navier-Stokes setelah menerima informasi tentang riset mereka.

Buckmaster juga melampirkan bukti berupa teks email yang ditukarkan dengan pihak OpenAI, serta mempertanyakan kejelasan waktu dan metode yang digunakan perusahaan tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Ia mengaku memang belum membaca keseluruhan bukti lengkap dari OpenAI. Namun, Buckmaster merasa harus angkat bicara mengenai apa yang ia ketahui dan apa yang ditawarkan kepadanya, karena tidak ingin membiarkan pengumuman OpenAI membentuk narasi yang ia ketahui tidak benar.

Di sisi lain, OpenAI menyampaikan selamat atas "riset yang berjalan bersamaan" yang dilakukan Buckmaster dan Alpöge, serta memujinya sebagai hal yang "luar biasa".

OpenAI menegaskan bahwa mereka tidak pernah melihat hasil pekerjaan kedua peneliti tersebut dalam bentuk apa pun sampai dirilis ke publik, dan tidak ada data pengguna yang diakses selama proses pengerjaan masalah Navier-Stokes.

"Meskipun kecil kemungkinannya, kami tidak dapat mengesampingkan bahwa data yang dianonimkan dari penggunaan produk kami membantu meningkatkan kemampuan model kami. Namun, pembuktian kami berbeda secara signifikan, bahkan hasil akhir yang dibuktikan pun tidak sama," tegas OpenAI.

(fta/dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK