100 Tahun Jadi Misteri, Peneliti Buat Rekonstruksi 3D Kuda Purba Ini
Tim peneliti gabungan China dan Amerika Serikat berhasil merekonstruksi secara utuh penampilan seekor kuda purba yang telah punah, yaitu Equus ovodovi. Rekonstruksi dilakukan dalam bentuk tiga dimensi (3D).
Temuan ini menjadi terobosan penting. Untuk pertama kalinya, spesies yang selama lebih dari seabad membingungkan para ilmuwan itu, akhirnya memiliki wajah yang bisa divisualisasikan.
Rekonstruksi tersebut hadir di tengah momentum Tahun Kuda dalam zodiak China pada 2026. Ini seolah mengembalikan kembali salah satu kerabat jauh keluarga kuda ke hadapan publik.
Hasil rekonstruksi ini juga membuka jendela baru bagi riset tentang evolusi dan sejarah hewan purba yang pernah hidup berdampingan dengan manusia.
Seperti diwartakan Xinhua pada Sabtu (12/9), Universitas Jilin di China timur laut pada Kamis (10/9) memperkenalkan gambar 3D hewan tersebut. Kuda purba ini digambarkan sebagai makhluk berbulu cokelat dengan ukuran hampir setara keledai.
Menurut pihak universitas, rekonstruksi dilakukan oleh laboratorium bioarkeologi mereka dengan memanfaatkan data DNA purba dan anatomi komparatif, bekerja sama dengan perusahaan asal Amerika Serikat, Evolutio LLC.
Kolaborasi ini dinilai berhasil mengisi kekosongan besar dalam pemahaman ilmiah mengenai rupa asli hewan tersebut.
Universitas Jilin menyebut, proyek itu sudah membentuk rantai penelitian yang utuh, mulai dari DNA purba hingga visualisasi ilmiah.
Jadi misteri selama satu abad
Fosil kuda purba tersebut diperkirakan berusia sekitar 40.000 tahun dan pertama kali ditemukan di sebuah gua di Siberia barat daya, Rusia.
Saat ditemukan, fosil tersebut hanya berupa serpihan rahang dan gigi tanpa tengkorak utuh, sehingga bentuk aslinya sulit dipastikan. Dalam beberapa dekade berikutnya, fosil terkait juga ditemukan di Amerika Utara, Afrika, Siberia, dan China timur laut.
Namun, karena yang tersisa hanyalah potongan-potongan tulang yang tersebar, identitas dan penampilan hewan ini tetap menjadi misteri selama lebih dari 100 tahun.
Pada 2022, peneliti China dari Universitas Jilin dan Northwest A&F University di Provinsi Shaanxi berhasil mengekstrak data gen berkualitas tinggi dari fosil tersebut.
Berdasarkan data itu, pada 2026 mereka bekerja sama dengan ilmuwan AS untuk membandingkan fosil dengan spesies hidup, seperti keledai liar Asia dan kuda domestik.
Dari proses tersebut, tim berhasil merekonstruksi kerangka, membangun struktur otot, hingga menyusun kembali rupa lengkap hewan tersebut.
Lebih dekat dengan famili keledai dan zebra
Studi ini mengungkap bahwa Equus ovodovi merupakan garis keturunan keempat yang independen dalam pohon keluarga kuda, sejajar dengan kuda, zebra, dan keledai. Spesies ini diperkirakan terpisah dari garis utama sekitar 2,7 juta hingga 2,3 juta tahun lalu.
Secara genetik, hewan ini ternyata lebih dekat dengan keledai dan zebra dibandingkan kuda domestik. Penelitian juga menyebut, kuda purba ini bertahan hingga Zaman Perunggu sebelum akhirnya punah.
Peneliti utama Cai Dawei dari Universitas Jilin mengatakan data gen hanya dapat menjelaskan apa hewan itu dan kapan ia menghilang. Namun jika digabungkan dengan bukti tulang dan bentuk tubuh, ilmuwan dapat memahami spesies punah itu sebagai organisme utuh.
"Para ilmuwan dapat memahami spesies yang telah punah ini sebagai organisme yang utuh, mulai dari kerangkanya hingga penampilan fisiknya," ucap Dawei.
Adapun Evolutio LLC menyatakan, seluruh tahapan kerja didasarkan pada data ilmiah yang dapat diverifikasi. Model yang dihasilkan pun dapat dipakai untuk riset maupun edukasi sains.
Tim gabungan ini berharap rekonstruksi kuda purba Equus ovodovi membuat publik bisa memahami secara lebih intuitif kuda purba yang pernah hidup bersama manusia.
(rti)