El Nino Kuat Bisa Bertemu IOD Positif, Cuaca Berpotensi Kacau
Sebuah studi mengungkap fenomena El Nino yang berkembang kuat di Samudra Pasifik berpotensi bersinggungan dengan Indian Ocean Dipole (IOD) di Samudra Hindia sekitar bulan September ini. Peneliti memperkirakan pertemuan kedua anomali iklim ini dapat mengacaukan cuaca global dan regional.
Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperkirakan 90 persen kemungkinan bahwa tahun 2026 dapat menghasilkan El Nino terkuat dalam 150 tahun terakhir yang bertepatan dengan IOD positif.
Ahli pemodelan iklim Institut Meteorologi Tropis India Ankur Srivastava menjelaskan bahwa sekitar sepertiga kejadian IOD positif dipicu oleh El Nino yang muncul lebih lambat di musim panas India, seperti yang terjadi tahun ini.
IOD adalah kontras atau perbedaan suhu antara Samudra Hindia tropis di bagian barat dan timur. Perbedaan suhu ini memengaruhi curah hujan dan angin di negara-negara di sekitar Samudra Hindia.
Lihat Juga : |
Srivastava mengatakan bahwa dampak pertemuan El Niño dan IOD positif di Asia Selatan bergantung pada seberapa kuat masing-masing fenomena tersebut dan apakah ada fenomena cuaca lain dalam periode yang sama.
Ia menjelaskan bahwa monsun India sempat mengalami defisit curah hujan akibat El Nino, khususnya selama bulan Juli dan Agustus. Jika IOD positif berkembang cukup kuat, fenomena ini dapat memompa kelembapan dan menetralkan defisit curah hujan tersebut di akhir musim.
Namun, jika IOD positif tidak menguat selama akhir musim panas, India berisiko mengalami periode kekeringan berkepanjangan.
Departemen Meteorologi India juga mengonfirmasi bahwa efek El Nino telah mendominasi sejak awal monsun, sehingga potensi pemulihan dari IOD positif mungkin akan terbatas pada akhir musim saja.
Selain mengakibatkan defisit curah hujan, El Nino yang sangat kuat dapat mengakibatkan jeda monsun yang panjang. Kondisi ini akan meningkatkan risiko banjir bandang dan tanah longsor jika hujan dengan intensitas tinggi mendadak turun.
Lihat Juga : |
"Himalaya dan kaki bukitnya tetap sangat rentan terhadap curah hujan dan tanah longsor yang berdampak tinggi, bahkan di musim yang lebih kering dari rata-rata," kata Srivastava, melansir Nature, Selasa (8/9).
Swadhin Behera dari Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology (JAMSTEC) menjelaskan bahwa sulitnya prediksi cuaca akibat gabungan El Nino dan IOD di wilayah India disebabkan beberapa proses yang saling berinteraksi.
Selain kedua fenomena tersebut, curah hujan monsun di India juga dipengaruhi interaksi permukaan darat-atmosfer, dataran tinggi Himalaya-Tibet, Madden-Julian Oscillation (MJO), dan proses regional lainnya.
"Peran gabungan ENSO dan IOD pada monsun India tidak sederhana. Hal ini terjadi melalui rantai kompleks hubungan pola cuaca atmosfer dan samudra serta interaksi mereka dengan proses regional," kata Behera.
Studi dari JAMSTEC menemukan bahwa pengaruh ENSO terhadap curah hujan monsun musim panas di India telah kembali meningkat pada dekade ini, dibanding dekade-dekade sebelumnya yang relatif lemah.
Ilmuwan iklim dari JAMSTEC Kalpesh Ravindra Patil mengatakan pengaruh IOD sangat bervariasi dari waktu ke waktu dan di berbagai wilayah, tidak seperti sinyal ENSO yang baru-baru ini muncul kembali.
Studi ini juga mengidentifikasi sinyal samudra yang signifikan dari Samudra Hindia bagian selatan dan timur, khususnya yang memengaruhi curah hujan di India selatan dan barat.
Sementara itu, Ross Salawitch dari University of Maryland menyatakan bahwa dampak persinggungan El Nino dan IOD positif berbeda-beda tergantung wilayahnya.
Dampak gabungan El Nino dan IOD relatif mudah diukur di wilayah Australia dan Indonesia, kondisi ini akan memperparah kondisi yang lebih panas dan kering, sehingga meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Di sisi lain, IOD positif sering kali justru membawa kondisi yang lebih basah dari rata-rata dan meningkatkan risiko banjir untuk wilayah Afrika Timur seperti Etiopia dan Somalia.
"Mereka cenderung saling memperkuat, dengan dampak yang sangat bervariasi menurut wilayah," jelas Salawitch.
(fta/dmi)