VIral Video Bola Api di Langit Klaten, Ini Penjelasan Astronom

CNN Indonesia
Kamis, 17 Sep 2026 08:45 WIB
Sebuah video bola api misterius di Klaten viral. Astronom Marufin Sudibyo menduga objek itu buatan manusia, bukan meteor atau sampah antariksa. (Foto: Arsip Istimewa Via Detik)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah video yang merekam benda menyerupai bola api yang terbang di Klaten, Jawa Tengah, viral di media sosial. Lantas, apakah ini objek misterius dari langit?

Menurut penuturan warga setempat, benda yang diduga bola api itu terlihat pada Selasa (15/9) malam di sejumlah wilayah. Bola api misterius itu tiga kali terlihat di tiga waktu berbeda, yakni 18.30 WIB, 20.00 WIB, dan 22.00 WIB.

Astronom amatir Indonesia, Marufin Sudibyo, menduga objek misterius itu merupakan buatan manusia. Pasalnya, benda itu terbang di ketinggian rendah.

"Tafsiran saya, obyek ini buatan manusia yang terbang di ketinggian rendah. Kemungkinan layang-layang yang diberi lampu, atau balon gas yang juga diberi lampu," kata Marufin, melansir Detik, Rabu (16/9).

Menurut Marufin ada dua faktor yang membuatnya menduga objek tersebut bukan benda laing. Pertama, objek tersebut tidak terkesan bergerak, dan yang kedua objek ini juga tidak menunjukkan bentuk mirip ekor seperti meteorit.

"Maka hemat saya, objek ini berada dalam jarak yang relatif jauh dari pengamat dan bergerak dengan kecepatan rendah, sehingga seakan-akan berhenti di udara," jelasnya.

Marufin menyebut cahaya tersebut bukan meteor terang. Pasalnya, tidak terlihat kilatan cahaya khas meteor atau kondisi langit yang mendadak menjadi terang.

"Objek itu bukan meteor terang [karena tidak kelihatan kilatan cahaya khas dan kondisi mendadak terang]," jelas dia.

Ia juga menepis kemungkinan cahaya itu merupakan re-entry atau masuknya kembali sampah antariksa ke atmosfer. Menurut Marufin, tidak terlihat fragmen-fragmen atau bentuk menyerupai ekor pada objek tersebut.

Marufin juga menilai bahwa benda itu bukan jejak kondensasi atau contrail pesawat. Ia menjelaskan, kondisi malam membuat contrail pesawat tidak lagi dapat terlihat.

"Juga bukan merupakan jejak kondensasi pesawat, karena dalam situasi mala itu sudah tidak bisa dilihat lagi contrail-nya," ujar Marufin.

(dmi/dmi)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK