China Mulai Rem Demam Robot Humanoid, Ada Apa?

CNN Indonesia
Rabu, 23 Sep 2026 11:30 WIB
Regulator China menahan laju IPO perusahaan robot humanoid untuk menilai keberlanjutannya
Ilustrasi. Regulator China menahan laju IPO perusahaan robot humanoid untuk menilai keberlanjutannya. (Foto: REUTERS/Tingshu Wang)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pihak regulator China mulai mengerem laju perusahaan robot humanoid yang ingin masuk bursa saham. Hal ini diduga karena mereka tengah meneliti apakah lonjakan industri sejalan dengan permintaan konsumen komersial.

Perlambatan tersebut terutama dipicu oleh dinamika saham Unitree Robotics, produsen robot humanoid dan robot berkaki empat. Saham perusahaan tersebut debut di Shanghai pada Agustus lalu dan sempat melonjak lebih dari lima kali lipat sebelum akhirnya merosot 55 persen dari puncaknya.

Dikutip dari StraitsTimes, beberapa sumber anonim menyebut regulator telah menggunakan "window guidance" atau kebijakan informal untuk menahan beberapa debut bursa saham perusahaan robot humanoid.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu sumber mengatakan bahwa penawaran umum perdana (IPO) perusahaan robot humanoid pada dasarnya telah dibekukan untuk saat ini, sementara yang lain mengatakan tidak ada larangan formal, dan langkah ini merupakan perlambatan khusus sektor.

Langkah regulasi tersebut dapat dilihat sebagai upaya pemerintah pusat untuk meredam euforia investor terhadap lonjakan saham sektor ini, tanpa mengganggu perkembangan teknologi yang telah dijadikan prioritas nasional oleh pemerintah.

Lembaga yang bertanggung jawab mengawasi dan mengatur pasar modal, China Securities Regulatory Commission (CSRC) maupun pihak Unitree belum menanggapi permintaan komentar hingga saat ini.

Menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut, CSRC baru-baru ini memberikan panduan informal kepada beberapa bank investasi dan perusahaan investasi bahwa mereka menaikkan standar untuk memberikan persetujuan IPO terhadap perusahaan robot humanoid.

Leo Wang dari Qianchuang Capital menggambarkan dengan frasa Mandarin bahwa ledakan gelombang investasi di sektor robotika ini terlalu gegap gempita, dan perusahaan modal langsung berbondong-bondong begitu saja masuk ke sektor yang diprioritaskan kebijakan pemerintah.

Pemerintah China telah mendorong pengembangan "embodied intelligence" atau sistem kecerdasan buatan (AI) yang mampu merasakan dan bertindak di dunia fisik, sebagai industri strategis yang membantu menarik investasi dari modal swasta dan pemerintah daerah.

Wang mengatakan bahwa antusiasme terhadap emboided intelligence tersebut telah melampaui apa yang terjadi pada gelombang investasi terhadap internet dan energi baru di China, seiring produsen robot industri beralih ke humanoid dan startup mendapatkan peningkatan pesat valuasi.

Ia menambahkan, beberapa startup berhasil menarik puluhan calon investor dalam hitungan minggu, bahkan dengan menolak pemeriksaan latar belakang bisnis konvensional seperti audit, pemeriksaan legalitas, atau analisis risiko.

Setidaknya ada 6 perusahaan robot humanoid China yang sedang bersiap melakukan debut sahamnya (IPO), termasuk Deep Robotics, X Square Robot, dan AGIBOT.

Ketiga perusahaan tersebut juga belum menanggapi permintaan komentar mengenai apakah regulator memperlambat rencana mereka.

Revenue streams diteliti
Menurut sumber yang dekat dengan investor robot humanoid, pihak regulator saat ini sedang berfokus meneliti apakah pendapatan yang dihasilkan startup melalui proyek yang didukung pemerintah daerah ini dapat berkelanjutan.

Sumber tersebut mengatakan bahwa pusat pengumpulan data robot, tempat robot dilatih, dan joint venture, telah menghasilkan pendapatan yang signifikan bagi beberapa perusahaan.

Meski demikian, 80 persen hingga 90 persen investasi awal untuk pengembangan tersebut didukung pemerintah daerah. Kondisi ini mungkin menjadi alasan mengapa investor tertarik dan terjadi peningkatan valuasi pasar dan membantu perusahaan memenuhi persyaratan debut bursa saham.

Dalam situasi tersebut, regulator mempertanyakan apakah tingginya pendapatan perusahaan dari proyek tersebut mencerminkan permintaan pasar dari pelanggan independen atau hanya bergantung pada proyek pemerintah.

Valuasi beberapa perusahaan diperkirakan dapat turun sebesar 60 hingga 70 persen jika pendapatan yang terkait dengan pusat pengumpulan data dikecualikan dari perhitungan.

Kualitas pendapatan dan ketidakpastian tentang apa yang dibeli pelanggan kemudian menjadi pertanyaan.

(fta/lom)
placeholder