Giliran Agen AI Meta Berulah, Bocorkan Alamat Rumah YouTuber

CNN Indonesia
Jumat, 02 Okt 2026 13:30 WIB
Agen AI Meta, Muse, membocorkan alamat Youtuber Matt Robb tanpa izin saat bernegosiasi di Facebook Marketplace.
Agen AI Meta, Muse, membocorkan alamat Youtuber Matt Robb tanpa izin saat bernegosiasi di Facebook Marketplace. (Foto: REUTERS/Dado Ruvic)
Jakarta, CNN Indonesia --

Agen kecerdasan buatan (AI) besutan Meta, Muse, dikabarkan membocorkan alamat rumah milik Youtuber asal Amerika Serikat bernama Matt Robb. Muse bahkan melakukan negosiasi tanpa diperintahkan.

Berdasarkan laporan Robb, ia melihat sebuah iklan dari Meta yang menunjukkan kemampuan Muse dalam mengotomatiskan pendaftaran akun Facebook Marketplace dan memutuskan untuk memanfaatkannya. Kemudian, ia mencantumkan alamat rumah sebagai lokasi pengambilan barang.

Meski demikian, Robb mengaku tidak pernah mengizinkan Muse untuk membagikan alamat pribadinya tersebut kepada calon pembeli. Agen termutakhir Meta ini bahkan dilaporkan melalukan negosiasi atas namanya tanpa meminta persetujuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut laporan The Guardian pada Selasa (29/9), peristiwa ini terjadi kepada seorang calon pembeli bernama Usman yang bertanya ketersediaan produk keyboard yang dipasarkan Robb di Facebook Marketplace. Saat itu, Usman mendapat respons cepat dan antusias.

Selanjutnya, mereka lantas menyepakati harga, dan agen AI tersebut diduga mengirimkan alamat Robb di Toronto.Setelah sampai di alamat tersebut, Usman tidak mendapat kabar hingga 20 menit, kemudian ia memutuskan untuk membatalkan penjualan.

Satu jam kemudian, Robb, atau seseorang yang Usman kira adalah Robb, membalas dengan nada meminta maaf.

"Hei, maaf banget soal malam ini, aku sibuk dan sama sekali tidak bertemu denganmu," tulis pesan tersebut kepada Usman, dikutip The Guardian, Selasa (29/9).

Diketahui, Usman tidak berhubungan dengan Robb yang asli, melainkan Muse. Sepanjang interaksi tersebut, Robb versi manusia tidak pernah tahu bahwa Usman telah mengirimkannya pesan, setuju untuk membeli keyboard tersebut maupun telah menerima alamatnya.

Satu hari setelah kejadian tersebut, Robb baru menyadari bahwa Marketplace miliknya diambil alih oleh Muse. Ia kemudian meminta maaf kepada Usman atas peristiwa yang terjadi.

"Hei, aku benar-benar minta maaf atas kejadian beberapa hari lalu. Aku mengaktifkan AI baru dari Meta, Muse, dan itu benar-benar mengambil alih Facebook Marketplace-ku dan memberikan alamatku kepadamu," tulis Robb kepada Usman.

"Aku benar-benar tidak tahu bahwa itu (Muse) telah mengatur agar kamu datang ke apartemenku, itu tidak meminta persetujuanku," tambahnya.

Menurut pengakuan Robb, ia tidak pernah menerima pemberitahuan apapun dari Muse terkait transaksi atau pertemuan tersebut. Ia menyebut tidak pernah mengetahui Usman sedang dalam perjalanan ke rumahnya.

Sementara itu, Usman mengaku bahwa ia mengira tengah berbicara dengan Robb di Marketplace.

Lebih lanjut, Robb membagikan bukti interaksi antara Usman dengan Muse berupa tangkapan layar melalui akun Threads. Unggahan tersebut direspons oleh David Singleton selaku CEO Superintelligence Labs milik Meta.

Dalam cuitannya di Threads, Singleton menyebut ia telah menghubungi Robb. Menurutnya, ketika menyelidiki laporan tersebut, Muse telah mengikuti instruksi langsung dan meminta izin dengan benar.

"Kami secara konsisten mengetahui bahwa Muse mengikuti instruksi langsung dan telah meminta izin dengan benar. Saya ingin membantu dan mencari tahu apa yang terjadi di sini," kata Singleton.

Setelah berbicara dengan Singleton, Robb mengaku bahwa ketika ia meminta Muse untuk menangani interaksinya di Marketplace, ia dihadapkan dengan dua opsi, yaitu "Allow On Time" atau "Allow Always".

Ia memilih opsi "Allow Always", namun tanpa sepengetahuannya dengan memilih opsi tersebut, berarti dia telah memberi Muse izin untuk menanggapi semua pesan marketplace-nya atas namanya, termasuk alamatnya.

"Saya memilih opsi terakhir karena mengira itu (Muse) akan tetap mengirimkan persetujuan untuk menerima tawaran di kemudian hari (ternyata tidak, jadi berhati-hatilah)," tulis Robb di Threads.

"Saya menyebutkan kepada tim Meta bahwa hal itu bisa dengan mudah terlewatkan seperti yang terjadi pada saya dan mereka mengatakan akan memperjelas hal ini ke depannya," tambahnya.

Muse mengaku bahwa Robb tidak pernah memberi izin untuk membagikan alamatnya.

"Pada 24 September Anda memberikan lokasi pengambilan untuk pengaturan penjualan dan secara terpisah menyetujui balasan otomatis; saya salah mengartikan kedua hal tersebut sebagai izin untuk memasukkan [alamat Anda] ke dalam balasan pembeli. Saya tidak pernah meminta persetujuan," kata Muse.

Robb berasumsi karena Meta menaungi Marketplace, Muse dan Messenger, maka akan ada integrasi yang memperjelas kapan pengguna lain berbicara dengan agen AI tersebut atau bahwa informasi akan ditandai dengan jelas sebagai pesan dikirim oleh Muse.

Setelah insiden tersebut, Robb meminta Muse untuk berhenti memberikan alamatnya. Dalam pengujian bot, ia meminta beberapa temannya untuk melihat apakah Muse masih akan membagikannya.

"Dan ternyata bot itu benar-benar memberikan alamat saya kepada lima orang," katanya.

[Gambas:Video CNN]

Selain membagikan alamatnya, Muse juga mengarang informasi dan bertindak sebagai Robb. Ia memberi tahu Usman bahwa Robb ada di rumah padahal sebenarnya tidak, lalu meminta maaf dengan alasan palsu tentang kesibukannya.

"Bagian terburuknya adalah Muse benar-benar membalas: 'Aku di sini, sedang menunggumu,' Itu membuat semuanya jauh lebih buruk karena aku tidak tahu apakah pria itu mengira aku sedang mempermainkannya," kata Robb.

Muse resmi dirilis oleh Meta pada 8 September 2026. Agen tersebut kini telah diunduh oleh tiga juta kali pengguna.

(nad/dmi)
placeholder