IPhone Duo Diprediksi Laku 6 Juta Unit, tapi Samsung Masih di Puncak
Ponsel lipat pertama Apple, iPhone Duo, diperkirakan bakal terjual hingga 6 juta unit pada 2026. Meski antusiasme tinggi terhadap pendatang baru tersebut, pasar ponsel lipat diperkirakan masih akan dikuasai Samsung.
Kehadiran Apple di pasar ponsel lipat diperkirakan langsung mengubah peta persaingan.
Lihat Juga : |
Counterpoint Research memproyeksikan iPhone lipat mampu membawa Apple ke posisi kedua pasar global pada 2026.
Dalam laporan yang diterbitkan pada 7 September 2026, Counterpoint memperkirakan pengiriman iPhone lipat mencapai hingga 6 juta unit sepanjang tahun ini. Angka tersebut diproyeksikan memberikan Apple pangsa pasar sebesar 25 persen, di bawah Samsung yang diperkirakan menguasai 38 persen.
Sementara itu, Huawei diproyeksikan menempati posisi ketiga dengan pangsa pasar 22 persen. Seluruh angka tersebut merupakan perkiraan pengiriman sepanjang 2026.
Counterpoint menilai posisi kedua akan menjadi pencapaian signifikan bagi Apple sebagai pendatang baru, terutama karena waktu penjualan iPhone lipat pada tahun ini diperkirakan relatif singkat.
"Masuknya Apple tentu akan meningkatkan persaingan di segmen premium. Namun, ponsel lipat masih menjadi bagian yang sangat kecil dari keseluruhan pasar smartphone, sehingga masih ada ruang bagi kategori ini untuk tumbuh jauh melampaui volume saat ini," ujar Research Director Counterpoint Tarun Pathak dalam keterangannya, Senin (7/9).
Menurut Counterpoint, ponsel lipat baru menyumbang sekitar 2 persen dari keseluruhan pasar smartphone. Ruang pertumbuhan ini membuka peluang bagi sejumlah produsen untuk menarik pengguna melalui desain dan pengalaman penggunaan baru.
Samsung disebut terus mendorong inovasi, sementara Huawei mempertahankan posisi kuat di China dengan pilihan desain yang beragam. Apple diperkirakan membawa gelombang pengguna baru dari segmen premium.
Produsen lain juga menyiapkan perangkat untuk bersaing. Dalam laporan tersebut, Motorola, Honor, Google, vivo, dan Oppo tengah mengembangkan produk ponsel lipat baru, termasuk model dengan format lebih lebar.
Counterpoint melihat pergeseran menuju desain lipat menyerupai buku dengan ukuran lebih lebar akan berlanjut. Tren ini antara lain didukung respons awal terhadap Samsung Galaxy Z Fold8 dan momentum Huawei Pura X Max.
Meski berpotensi langsung merebut pangsa pasar besar, pertumbuhan awal iPhone lipat diperkirakan menghadapi keterbatasan pasokan. Counterpoint menilai volume produksi awal yang terbatas akan membuat penjualan dan pengiriman belum langsung mencapai skala penuh setelah perangkat diperkenalkan.
Ketersediaannya diperkirakan meluas secara bertahap ke berbagai wilayah seiring peningkatan produksi.
"Pasokan awal iPhone lipat pertama Apple tentu akan terbatas selama tahap awal peningkatan produksi, sehingga batas atas perkiraan pengiriman kami untuk 2026 tetap sebesar 6 juta unit," ujar Associate Director Counterpoint Liz Lee.
"Meski waktu penjualannya singkat, kami tetap memperkirakan Apple akan meraih 25 persen pasar ponsel lipat global dan langsung menempati posisi kedua," lanjutnya.
Dampak Apple terhadap pasar diperkirakan semakin besar pada 2027, ketika perusahaan memiliki satu tahun penuh untuk menjual perangkat lipatnya.
Counterpoint memproyeksikan pengiriman ponsel lipat Apple meningkat lebih dari dua kali lipat, dengan pangsa pasar mencapai 40 persen.
Secara keseluruhan, pengiriman ponsel lipat global diperkirakan tumbuh 37 persen secara tahunan pada 2027.
Lebih lanjut, total pengiriman kumulatif ponsel lipat sejak perangkat komersial pertama hadir pada 2019 diproyeksikan melampaui 100 juta unit pada akhir 2026. Counterpoint memperkirakan tambahan 100 juta unit berikutnya dapat dicapai dalam tiga tahun setelahnya.
Meski demikian, adopsi ponsel lipat secara luas diperkirakan masih membutuhkan beberapa tahun. Harga perangkat dalam kategori ini masih sekitar tiga kali lebih tinggi dibandingkan smartphone konvensional.
Counterpoint menilai pengalaman penggunaan akan menjadi pembeda utama dalam persaingan, terutama kemampuan layar lipat untuk mendukung produktivitas dan konsumsi konten bagi kelompok pengguna yang lebih luas.
(lom)