BSSN Sebut Ramai Data Beredar di Internet Bukan Kebocoran Baru

CNN Indonesia
Senin, 05 Okt 2026 14:50 WIB
BSSN menyebut dugaan kebocoran data pribadi yang lamai beberapa waktu ke belakang bukan insiden baru, melainkan data lama yang dihimpun kembali. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyebut data pribadi yang belakangan beredar di internet dan disebut sebagai dugaan kebocoran data bukan berasal dari insiden baru.

Pernyataan itu disampaikan BSSN setelah sebelumnya ramai dugaan kebocoran data pribadi Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid di internet.

Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BSSN Sulistyo mengatakan analisis awal menunjukkan data yang beredar merupakan gabungan informasi terbuka dan data dari sejumlah kebocoran yang pernah terjadi sebelumnya.

Menurutnya, kumpulan data tersebut kemudian dihimpun dan diedarkan kembali oleh pihak tertentu.

"Begitu informasi awal ini muncul, tim kami langsung melakukan analisis. Hasil analisis awal menunjukkan bahwa kebocoran data yang beredar bukan berasal dari insiden baru," ujar Sulistyo dalam keterangannya, Minggu (4/10).

"Data itu merupakan himpunan dari berbagai informasi terbuka dan kebocoran data yang pernah terjadi sebelumnya, yang dikumpulkan ulang lalu diedarkan kembali oleh pihak tertentu," lanjutnya.

Sulistyo, yang juga menjabat Ketua Tim Tanggap Insiden Siber Sektor Pemerintah Gov-CSIRT, mengatakan BSSN tetap menindaklanjuti peredaran data tersebut meski berdasarkan analisis awal bukan berasal dari kebocoran baru.

BSSN berkoordinasi dengan Komdigi serta aparat penegak hukum untuk menelusuri sumber dan sarana penyebaran data tersebut.

"Kami sepandangan dengan Kemkomdigi. Meskipun ini data lama, kami tidak menganggapnya sepele. Data yang pernah bocor tetap bisa disalahgunakan bila diperjualbelikan kembali. Karena itu penelusuran dan penindakan tetap berjalan," katanya.

Sebelumnya, dugaan kebocoran data Meutya mencuat setelah sebuah video yang diunggah akun Instagram @realmbert mengklaim menemukan sejumlah data pribadi sang menteri.

Akun tersebut mengklaim data yang ditemukan mencakup foto KTP, data keluarga hingga sejumlah kata sandi milik Meutya. Namun, akun tersebut tidak menyebut secara spesifik platform yang memuat data-data tersebut.

CNNIndonesia.com kemudian meminta tanggapan Komdigi terkait dugaan kebocoran tersebut.

Dirjen Pengawasan Ruang Digital Komdigi Alexander Sabar mengatakan kebocoran data yang ramai dibicarakan merupakan data lama yang kembali beredar. Namun, pernyataan Komdigi saat itu juga tidak secara langsung menyinggung data Meutya.

"Menurut penjelasan dari BSSN, kebocoran data yang saat ini sedang ramai merupakan data-data lama yang kemudian diramaikan kembali. Meski begitu, Komdigi tetap menindaklanjuti dengan melakukan pengusutan dan penindakan," kata Alex dalam keterangannya, Jumat (2/10).

Menurut Alex, Komdigi juga berkoordinasi dengan Kepolisian terkait situs-situs yang ditemukan memperjualbelikan data pribadi.

Situs yang teridentifikasi digunakan untuk aktivitas tersebut ditindaklanjuti sesuai kewenangan, termasuk melalui pemblokiran akses terhadap situs yang melanggar ketentuan.

Komdigi menilai data yang pernah bocor dapat kembali muncul melalui berbagai saluran dan metode. Karena itu, penanganannya membutuhkan kerja sama pemerintah, aparat penegak hukum, penyelenggara platform digital, dan masyarakat.

[Gambas:Video CNN]

Lebih lanjut, BSSN meminta masyarakat tidak ikut menyebarkan tangkapan layar, unggahan maupun potongan data pribadi milik orang lain, termasuk pejabat publik.

"Data pribadi tetaplah data pribadi, siapa pun pemiliknya, apa pun latar belakang sosial dan ekonominya dan meskipun sudah pernah beredar yang berasal dari berbagai informasi terbuka," ujar Sulistyo.

"Setiap kali kita membagikannya ulang, kita ikut memperpanjang risikonya. Mari kita jaga ruang digital bersama dengan tidak ikut memviralkan," sambungnya.

BSSN turut mengimbau masyarakat mengganti kata sandi, mengaktifkan verifikasi dua langkah, dan tidak mengunggah data pribadi sebagai langkah untuk meningkatkan keamanan akun.

(lom)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK