REVIEW GADGET

Samsung Galaxy Watch Ultra 2: Teman Sehat yang Makin Personal

CNN Indonesia
Rabu, 07 Okt 2026 18:30 WIB
Samsung Galaxy Watch Ultra 2
Samsung Galaxy Watch Ultra 2 hadir dengan desain tangguh dan fitur kesehatan lengkap. Dikenal untuk olahraga, smartwatch ini juga memantau pemulihan tubuh. (Foto: CNN Indonesia/Damar Iradat)

Performa tak lagi jadi masalah

Galaxy Watch Ultra 2 menggunakan Snapdragon Wear Elite dengan fabrikasi 3 nm, RAM 2GB, dan penyimpanan internal 64 GB. Ini menggantikan Exynos W1000 yang digunakan pada generasi sebelumnya.

Selama penggunaan kurang lebih satu bulan, peningkatan tersebut terutama terasa pada respons perangkat. Perpindahan menu berlangsung cepat, aplikasi dapat dibuka tanpa jeda, dan berbagai informasi catatan aktivitas olahraga dapat ditampilkan dengan mulus.

Hal ini mungkin bukan fitur yang akan menjadi alasan utama seseorang membeli smartwatch. Namun setelah perangkat ini digunakan setiap hari, respons antarmuka menjadi faktor yang menentukan kenyamanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih dari sekadar catat aktivitas

Salah satu hal yang paling menarik selama penggunaan Galaxy Watch Ultra 2 justru muncul setelah aktivitas olahraga selesai. Jam ini tidak berhenti pada mencatat berapa pace yang dicapai, seberapa jauh pengguna berlari, berapa lama waktu tempuh, atau berapa banyak kalori yang terbakar.

Samsung membawa pendekatan yang mereka sebut "Rest and Do the Rest". Konsep ini menempatkan pemulihan sebagai bagian dari aktivitas, bukan sekadar waktu ketika pengguna berhenti berolahraga.

Setelah aktivitas olahraga selesai, Galaxy Watch Ultra 2 tetap mengolah data yang dikumpulkan untuk memberikan gambaran mengenai kondisi tubuh pengguna.

Dalam praktiknya, pendekatan tersebut terasa melalui data yang dikumpulkan Galaxy Watch Ultra 2 dan kemudian diolah di Samsung Health. Setelah aktivitas selesai, pengguna tidak hanya mendapatkan rangkuman latihan, tetapi juga sejumlah informasi yang membantu memahami apa yang terjadi pada tubuh selama berolahraga.

Misalnya, ketika saya menggunakan Galaxy Watch Ultra 2 untuk berlari sejauh 5 kilometer, perangkat mencatat estimated sweat loss sebesar 654 mililiter. Berdasarkan data tersebut, saya kemudian disarankan mengonsumsi sekitar 981 mililiter air untuk mengganti 150 persen cairan yang hilang selama aktivitas.

Samsung HealthAplikasi Samsung Health yang terhubung dengan Samsung Galaxy Watch Ultra 2 memproses data lain yang lebih bermanfaat bagi pengguna setelah berolahraga. (Foto: Tangkapan Layar Samsung Health)

Informasi seperti ini terlihat sederhana, tetapi cukup berguna karena memberikan gambaran yang lebih personal dibanding sekadar mencatat durasi dan jarak lari. Pengguna setidaknya memiliki acuan mengenai kebutuhan cairan setelah berolahraga, meski angka tersebut tentu tetap merupakan estimasi dari perangkat.

Galaxy Watch Ultra 2 juga memberikan informasi mengenai energy sources, yakni perkiraan sumber energi yang digunakan tubuh selama berolahraga. Dalam salah satu sesi lari 5 kilometer saya, misalnya, perangkat mencatat sekitar 238 kalori berasal dari karbohidrat dan 220 kalori dari lemak. Artinya, sekitar 52 persen energi yang digunakan berasal dari karbohidrat, sementara 48 persen berasal dari lemak.

Data semacam ini membuat pengalaman menggunakan Galaxy Watch Ultra 2 terasa berbeda dari smartwatch yang hanya menyajikan statistik dasar setelah olahraga. Data latihan tidak berhenti sebagai catatan, tetapi diolah menjadi informasi yang bisa membantu pengguna memahami kondisi tubuh dan aktivitas yang baru saja dilakukan.

Selama sebulan penggunaan, bagian inilah yang menurut saya paling terasa manfaatnya. Galaxy Watch Ultra 2 bukan cuma menjadi perangkat yang mencatat apa yang sudah dilakukan tubuh, tetapi juga mencoba membantu pengguna memahami apa yang terjadi setelahnya.

Kelebihan

  • Fitur kesehatan dan olahraga lengkap, dengan insight yang membantu pengguna memahami kondisi tubuh setelah beraktivitas.
  • Layar terang dan mudah dibaca, termasuk saat digunakan di luar ruangan maupun ketika berenang.
  • Baterai cukup bisa diandalkan untuk olahraga harian, bahkan dengan GPS, Always-On Display, dan pemantauan kesehatan tetap aktif.

Kekurangan

  • Bodi 47 mm dengan bobot 61,5 gram cukup besar dan terasa berat, terutama bagi pengguna dengan pergelangan tangan kecil.
  • Ekosistem Samsung masih menjadi batasan, karena sejumlah fitur kesehatan hanya dapat digunakan secara optimal ketika dipasangkan dengan HP Samsung.
  • Desain relatif tidak banyak berubah dibanding generasi sebelumnya

Kesimpulan

Galaxy Watch Ultra 2 memang tidak menawarkan perubahan desain yang revolusioner dibanding pendahulunya. Namun, Samsung melakukan peningkatan pada bagian-bagian yang cukup penting: baterai, layar, performa, kemampuan olahraga, serta pemantauan kesehatan.

Kekuatan utamanya bukan berada pada satu fitur tertentu, melainkan pada bagaimana berbagai fitur tersebut bekerja bersama.

Jam ini dapat menemani pengguna ketika berlari, mencatat aktivitas dan respons tubuh, kemudian tetap bekerja ketika aktivitas selesai untuk memantau tidur dan kondisi tubuh pada hari berikutnya.

Galaxy Watch Ultra 2 pada akhirnya bukan perangkat yang ingin sekadar memberi tahu berapa langkah yang sudah ditempuh hari ini. Samsung ingin jam ini membantu pengguna memahami apa yang terjadi pada tubuhnya setelah semua aktivitas tersebut selesai.

(dmi)

HALAMAN:
1 2