Permintaan Lesu, Apple Pangkas Pesanan Komponen iPhone 18 Pro

CNN Indonesia
Minggu, 11 Okt 2026 05:01 WIB
Apple dilaporkan memangkas pesanan komponen iPhone 18 Pro dan Pro Max 15 sampai 20 persen pada Oktober karena permintaan lebih lemah dari perkiraan. (Apple)
Jakarta, CNN Indonesia --

Apple dilaporkan meminta sejumlah pemasok memangkas produksi komponen iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Langkah itu diambil karena permintaan pasar lebih lemah dari perkiraan.

Sejumlah sumber menyebut Apple makin konservatif soal pengiriman sejak awal September, dikutip Nikkei Asia, Jumat (9/10). Dua di antaranya menyebut pesanan komponen untuk Oktober dipangkas sedikitnya 15 persen dari rencana awal.

"Pada Oktober saja, kami melihat pesanan dari Apple berkurang 15 sampai 20 persen untuk kedua model premium itu. Kami tidak tahu bagaimana perkembangannya dari sini," kata seorang sumber setingkat eksekutif.

Belum jelas apakah Apple akan kembali menyesuaikan pesanan mulai November. Apple tidak menanggapi permintaan komentar Nikkei Asia.

Harga naik

Menurut Nikkei, lonjakan harga chip memori memaksa Apple menaikkan harga, yang kemudian menekan permintaan.

iPhone 18 Pro dibanderol mulai US$1.199 atau Rp21,45 juta (kurs Rp17.890), sedangkan Pro Max mulai US$1.299 (Rp23,24 juta). Keduanya naik US$100 (Rp1,79 juta) dari model tahun lalu.

Di Indonesia, distributor resmi Apple membuka pre-order iPhone 18 Pro pada 7 Oktober dengan harga mulai Rp27,49 juta untuk varian 256 GB. Ponsel itu tersedia di toko mulai 16 Oktober.

UBS dalam catatannya pekan ini melaporkan waktu tunggu pengiriman iPhone 18 Pro di lebih dari 30 pasar terus menurun.

"Waktu tunggu yang menurun di tengah pasokan yang stabil menjadi kekhawatiran yang makin besar menurut kami, terutama mengingat kenaikan harga baru-baru ini yang meningkatkan risiko elastisitas permintaan dibanding peluncuran sebelumnya," tulis analis UBS.

Faktor jadwal rilis

Sumber lain menyebut lemahnya permintaan juga bisa terkait perubahan jadwal rilis. Tahun ini Apple hanya meluncurkan tiga model premium, sedangkan iPhone 18 standar dan iPhone Air generasi baru disiapkan untuk rilis musim semi 2027.

Menurut Nikkei, penurunan volume tidak langsung menggerus pendapatan Apple karena semua model naik harga sedikitnya 10 persen dibanding tahun lalu.

Ponsel lipat pertama Apple, iPhone Duo, dibanderol mulai US$1.999 (Rp35,76 juta) untuk versi 256 GB dan dirilis di 70 negara dan wilayah mulai 23 Oktober.

"Ini terlalu mahal untuk sebuah smartphone," kata sumber ketiga. Ia memperkirakan iPhone Duo bernasib serupa dengan iPhone 18 Pro tak lama setelah tersedia.

IDC memproyeksikan pengiriman smartphone global pada 2026 turun 16,7 persen di tengah kelangkaan chip memori, penurunan tahunan terbesar sepanjang sejarah. Meski begitu, Counterpoint memperkirakan pangsa pasar Apple dan Samsung masing-masing naik dari kurang dari 20 persen pada 2025 menjadi lebih dari 22 persen pada 2026.

(fea)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK