BNPB Ungkap Alasan Dry Ice Dipilih Buat Atasi Karhutla Sumsel

CNN Indonesia
Jumat, 16 Okt 2026 17:37 WIB
Ilustrasi. BNPB melakukan operasi modifikasi cuaca dengan penyemaian dry ice untuk mengurangi asap karhutla. (Foto: CNN Indonesia/Febria Adha L)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Nasional Penangggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan metode penyemaian dry ice uji sebagai upaya mengurangi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Metode ini dipilih karena dinilai lebih cocok untuk kondisi saat ini.

BNPB menyebut metode penyemaian dry ice ditujukan untuk melabilkan suhu udara di atmosfer agar mengurangi konsentrasi asap atau polusi karhutla yang kian pekat dan terperangkap akibat adanya lapisan inversi di atas langit.

Lapisan inversi adalah kondisi atmosfer di mana suhu udara cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya ketinggian, berkebalikan dari kondisi normal di mana suhu udara semakin dingin jika semakin tinggi.

Pada kondisi normal, suhu udara cenderung semakin rendah atau mendingin di lapisan atmosfer yang semakin tinggi, sehingga perputaran udara mengalir lancar. Namun, lapisan inversi membuatnya suhunya cenderung stabil sehingga asap sulit bergerak naik.

Metode penyemaian dry ice dipercaya mampu melabilkan suhu udara di atmosfer, sehingga asap karhutla yang terperangkap akibat lapisan inversi dapat bergerak naik dan menyebar, sehingga kepekatannya dapat berkurang.

Berbeda dengan material Natrium Klorida (NaCl) yang berbentuk serbuk halus pada OMC biasanya, material dry ice berbentuk seperti butiran berukuran sekitar tiga milimeter dan memiliki titik dingin sekitar -75 derajat Celsius.

Metode ini dinilai cocok untuk kondisi saat ini karena material tersebut tidak seperti metode OMC menggunakan material NaCl yang bergantung pada ketersediaan awan hujan.

Pada pelaksanaan awal, BNPB menerbangkan dua unit pesawat dari Bandar Udara Raden Inten II di Lampung dan melakukan penyemaian dry ice seberat 800 kilogram pada ketinggian sekitar 4.500 kaki di atas permukaan.

Penyemaian awal pada hari Kamis (15/10) difokuskan di wilayah sekitar Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II untuk meningkatkan visibilitas dan melancarkan mobilitas penerbangan di wilayah Sumatra Selatan.

"Laporan sementara menunjukkan peningkatan visibility di sekitar wilayah penyemaian, yang semula terpantau dikisaran 650 meter menjadi 2.800 meter," ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangannya, Kamis (15/10).

Uji coba OMC dry ice ini akan dilaksanakan hingga hari Minggu (18/10), lalu kemudian akan dilakukan evaluasi dan komunikasi lebih lanjut dengan pihak terkait untuk dikembangkan atau diterapkan di wilayah terdampak karhutla lainnya.

(fta/lom)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK