Qualcomm Bantah Chip Snapdragon 8 Elite Extreme Gampang Panas

CNN Indonesia
Senin, 19 Okt 2026 17:24 WIB
Qualcomm membantah rumor overheating pada Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Perusahaan tegaskan tidak ada masalah suhu sistemik dan terus berinovasi. (Foto: Arsip Qualcomm)
Jakarta, CNN Indonesia --

Qualcomm membantah rumor yang menyatakan bahwa chipset teranyar besutan mereka, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 mengalami masalah panas yang berlebih atau overheating.

Perusahaan menegaskan bahwa laporan terkait maasalah suhu pada chipset Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 tidak akurat. Perusahaan menyebut bahwa pihaknya bangga dengan inovasi dan perkembangan pesat platform flagship teranyarnya ini.

"Laporan terbaru mengenai masalah suhu pada Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 tidak akurat. Kami bangga dengan inovasi dan perkembangan pesat platform flagship generasi berikutnya, serta terus bekerja sama dengan produsen perangkat global untuk menghadirkan pengalaman premium bagi pengguna," kata juru bicara Qualcomm kepada 9to5Google, Sabtu (17/10).

Dalam sebuah balasan di platform X, CMO Qualcomm Don McGuire turut menegaskan bahwa tidak ada masalah suhu yang bersifat sistemik pada chipset tersebut.

Menurutnya, para produsen perangakt secara rutin melakukan penyesuaian pada platform mereka saat meluncurkan produk baru.

"Tidak ada masalah suhu yang bersifat sistemik pada Snapdragon 8 Elite Gen 6. Para produsen perangkat (OEM) secara konsisten melakukan penyesuaian pada platform mereka saat meluncurkan produk," cuit Don pada Jumat (16/10).

Menurut McGuire, langkah tersebut dilakukan untuk menyeimbangkan performa dan konsumsi daya untuk mengoptimalkan keunggulan produk sesuai dengan berbagai kebutuhan penggunaan.

"Mereka selalu berupaya menyeimbangkan performa dan konsumsi daya untuk mengoptimalkan keunggulan produk sesuai dengan berbagai kebuthuan penggunaan. Kami bekerja sama untuk menghadirkan pengalaman terbaik bagi pengguna," tambahnya.

Rumor ini berawal ketika Samsung dilaporkan kemungkinan tidak akan menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6 pada smartphone flagship teranyarnya nanti, Galaxy S27 Series. Perusahaan dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menggunakan chipset besutannya sendiri, yaitu Exynos 2700.

Laporan tersebut berasal dari Seoul Economic Daily yang menyebut bahwa Divisi Mobile eXperience Samsung tengah melakukan pengujian validasi performa Snapdragon 8 Elite Extreeme Gen 6 untuk digunakan pada Galaxy S27 Ultra.

Berdasarkan informasi dari beberapa sumber yang mengetahui masalah tersebut, chipset ini berulang kali melampaui ambang batas suhu dan mengalami penurunan kecepatan ketika menangani beban kerja berat dalam waktu yang lama.

Penurunan performa akibat overheat ini menimbulkan keraguan mengenai kemungkinan penggunaan chipset ini pada Galaxy S27 Ultra. Ketika prosesor bekerja pada suhu yang terlalu tinggi, perangkat dapat menangani throttling, yaitu kondisi ketika perangkat menurunkan kecepatan operasinya untuk melindungi diri dari panas berlebih.

Kondisi ini disebut dapat mengganggu pengalaman pengguna yang bermain gim dalam waktu yang lama atau mengandalkan AI.

Sebagai informasi, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 membawa performa yang mendukung agentic AI, yaitu teknologi yang dapat mengenali situasi pengguna melalui smartphone dan menjalankan berbagai tugas secara mandiri.

Di sisi lain, Samsung menjadikan peningkatan fitur AI sebagai fokus utama pada perangkat Galaxy Series generasi berikutnya. Oleh karena itu, performa dan stabilitas prosesor Qualcomm menjadi hal terpenting.

Seorang pejabat industri menyebut bahwa Samsung telah menyampaikan masalah panas berlebih tersebut kepada Qualcomm bulan lalu dan meminta perbaikan paling lambat pada pertengahan Oktober. Namun, Qualcomm belum berhasil mencapai tingkat kestabilan suhu yang dibutuhkan oleh Samsung hingga kini.

Jika Qualcomm mampu memenuhi tingkat performa yang dibutuhkan, Samsung menyebut akan tetap menggunakan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 sesuai rencana awal.

Namun, jika tidak, perusahaan tersebut mempertimbangkan untuk menjalankan Exynos 2700 sebagai alternatif, dengan memperhitungkan stabilitas performa dan jadwal produksi massal.

(nad/dmi)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK