"Produksi perseroan tahun depan kemungkinan sama seperti tahun ini. Kami tidak melakukan pemangkasan meskipun harga minyak rendah,” ujar Direktur Utama PT Medco E&P Indonesia Frila B. Yaman di Jakarta, Minggu (7/12).
Dari angka 60 ribu BOEPD itu, Frila memastikan sebanyak 43 ribu BOEPD diantaranya masih berasal dari produksi domestik yang bersumber dari 14 blok yang dikelola Medco. Sementara 17 ribu BOEPD sisanya berasal dari produksi perseroan dari luar negeri seperti Yaman dan Tunisia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Naikkan Harga Gas
"Harga jual gas ke Pusri sudah terlalu rendah. Mudah-mudahan saja upaya renegosiasi ini bisa menjaga kinerja keuangan Medco kedepannya," tutur Frila.
Sekretaris Perusahaan Medco Imron Gazali menambahkan perseroan akan menyiapkan dana sebesar US$ 400 juta sampai US$ 500 juta sebagai belanja modal atau capital expenditure (capex) 2015. Dimana capex tersebut akan dipakai untuk membiayai sejumlah proyek Medco.
"Kemungkinan capex-nya masih sama seperti tahun lalu. Kami masih menghitung," ungkap Imron.