Seperti dikutip dari Reuters, hasil pertemuan The Fed yang dirilis pada hari Rabu (6/4) waktu AS tersebut menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan berdebat apakah mereka mungkin menaikkan suku pada bulan April.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pembuat kebijakan telah mengisyaratkan pada penutupan pertemuan Maret bahwa mereka diprediksi untuk menaikkan suku bunga dua kali pada tahun 2016. Namun, waktu penaikan masih belum jelas hingga kini.
"Banyak peserta menunjukkan bahwa risiko global meningkat dan kemampuan asimetris kebijakan moneter untuk menanggapi mereka harus hati-hati," kata dokumen itu.
Sementara para investor telah menunjukan keraguan bahwa The Fed akan menaikkan suku di sepanjang tahun ini dan hasil pertemuan petinggi bank sentral AS itu hanya sedikit menggeser pertaruhan terkait kebijakan selanjutnya.
Menurut kelompok CME, Fed Futures yang disarankan investor masih melihat peluang penaikan suku bunga pada bulan Desember, dan mereka melihat hampir tidak ada kesempatan peningkatan pada pertemuan kebijakan April 26-27.
"Resistensi terhadap tindakan jangka pendek masih cukup mengakar," kata Ian Shepherdson, ekonom di Pantheon Macroeconomics.
Menurut hasil pertemuan, beberapa bank sentral mengatakan risiko tinggi yang dihadapi ekonomi AS berarti bahwa jika menaikkan suku pada bulan April "akan memberi sinyal urgensi bahwa mereka tidak berpikir dengan tepat."
Sebuah kelompok kecil mengindikasikan kenaikan suku bunga mungkin dibenarkan ketika Fed bertemu pada akhir April. Setelah pertemuan itu, para pembuat kebijakan itu selanjutnya mengadakan pertemuan lagi pada 14-15 Juni. (gir)