PENDEKAR TONGKAT EMAS

Menguak Keindahan Lokasi Syuting Pendekar Tongkat Emas

Rizky Sekar Afrisia | CNN Indonesia
Kamis, 11 Des 2014 15:45 WIB
Menguak Keindahan Lokasi Syuting Pendekar Tongkat Emas
Pantai Mananga Aba, salah satu pantai indah di Sumba (Dok. Arillia Pitaloka Kurniarsih)
Ada puluhan pantai indah yang tersebar di tanah Sumba. Pantai Mananga Aba salah satunya. Meski pemerintah sudah mengubah namanya menjadi lebih akrab, Pantai Kita, masyarakat setempat tetap lebih nyaman menyebutnya dengan nama asli.

Penamaan itu sesuai dengan keelokan pantai yang seperti masih perawan. Ini tempat terbaik memotret matahari terbenam di Sumba. Keindahan pantai Mananga Aba terbentang panjang, dengan air jernih dan pasir putih lembut yang memantulkan semburat jingga saat senja mulai tiba.

Selain itu, ada Pantai Mandorak. Lokasinya tersembunyi dan susah dicapai. Namun itu seimbang dengan keindahannya. Mandorak seperti secuil pantai yang tak sengaja dibentuk oleh kerumunan karang dan aliran laut lepas. Pasirnya amat putih, airnya sangat biru. Pantai ini jarang dikunjungi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suasana kontras langsung terasa saat mendatangi Pantai Pero. Ini kampung nelayan di Sumba. Pantainya ramai oleh kapal tradisional, tapi tetap ada karang gagah, pasir lembut, dan air bersih.

Pantai Marosi punya karakter yang berbeda lagi. Ombaknya cukup tinggi, cocok untuk berselancar. Di beberapa titik, penduduk lokal asyik berkendara dengan kuda, bahkan tak canggung memandikan hewan itu.

Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga bulan para pemain Pendekar Tongkat Emas 'diisolasi' di tanah Sumba. Produser Mira Lesmana merasa lokasi itu cocok merepresentasikan 'negeri antah berantah' yang menjadi latar film terbarunya.

Nicholas Saputra, Reza Rahadian, Eva Celia, Christine Hakim, dan para pemain lain sebenarnya tak perlu khawatir 'terkurung' di Sumba. Sepotong surga Indonesia itu punya keindahan luar biasa.

Penyair Taufik Ismail mengakuinya lewat puisi berjudul Beri Daku Sumba. Bait-bait sajak itu menyebut, rindu pada Sumba adalah rasa cinta pada padang terbuka, peternak perjaka, dan seribu ekor kuda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Beri daku ranah tanpa pagar, luas tak terkata, namanya Sumba," tulis Taufik.

Di Sumba Timur, lokasi syuting Pendekar Tongkat Emas ada Teluk Tarimbang, padang savana, dan pemandian Weikelo Sawah. Di Sumba Barat dan Tengah, pantai-pantai indah nan menawan menanti dikunjungi.

Lewat pengalaman dan gambar yang direkam kamera petualang asal Jakarta, Arillia Pitaloka Kurniarsih, berikut 10 lokasi wisata Sumba yang bisa dieksplorasi.

Kampung Adat dan Rumah Budaya Sumba

Kampung adat Wainyapu di Sumba (Dok. Arillia Pitaloka Kurniarsih)

Tanah Sumba masih kental akan tradisionalitas. Banyak ditemui rumah adat beratap tinggi dengan penduduk mengunyah sirih atau pinang sembari menenun di terasnya. Tapi, mereka tak tertutup terhadap pengunjung. Sambutan terbuka dan ramah bakal ditemui di sana.

Di Sumba Barat, ada kampung Oro Suku Lobo yang masih sangat asli. Pengunjung bisa ikut berbaur dengan kehidupan sederhana mereka. Ikut menguliti jagung, maupun berbincang soal hal-hal ringan.

Kampung adat Waingapu menanti di kecamatan Kodi, Sumba Barat Daya. Itu salah satu desa tertua di Sumba. Bukan hanya ada rumah beratap tinggi yang terbuat dari rumbia, tetapi juga kubur-kubur batu berusia ratusan tahun di halamannya. Sayang, kampung ini kekurangan air bersih.

Lain lagi dengan kampung adat Ratenggaro. Lokasinya lebih beradab, rumah-rumahnya pun cenderung bersih dan baru. Salah satunya ada rumah adat tertinggi di Sumba, dengan atap mencapai 30 meter. Kampung ini paling sering dikunjungi wisatawan.

Tak heran lanskapnya rapi. Rumput-rumput terpangkas dengan ternak berkeliaran bebas. Di dekatnya, ada pantai indah yang bisa disambangi untuk melepas penat.

Masih di Sumba Barat, ada kampung adat lain yang bisa dikunjungi: Prai Ijing. Tak jauh dari kota Waikabubak, kampung ini sudah dimasuki aliran listrik, juga sudah ada televisi bersama meski hanya satu.

Jika ingin tahu lebih banyak soal sejarah dan budaya Sumba, ada sentra yang bisa dikun jungi. Rumah Budaya Sumba didirikan oleh Freter Robert Ramone. Tersedia museum, resor, juga perpustakaan yang berisi banyak literatur soal budaya Sumba.

Pantai-pantai Indah

Pantai Marosi di Sumba (Dok. Arillia Pitaloka Kurniarsih)

Ada puluhan pantai indah yang tersebar di tanah Sumba. Pantai Mananga Aba salah satunya. Meski pemerintah sudah mengubah namanya menjadi lebih akrab, Pantai Kita, masyarakat setempat tetap lebih nyaman menyebutnya dengan nama asli.

Penamaan itu sesuai dengan keelokan pantai yang seperti masih perawan. Ini tempat terbaik memotret matahari terbenam di Sumba. Keindahan pantai Mananga Aba terbentang panjang, dengan air jernih dan pasir putih lembut yang memantulkan semburat jingga saat senja mulai tiba.

Selain itu, ada Pantai Mandorak. Lokasinya tersembunyi dan susah dicapai. Namun itu seimbang dengan keindahannya. Mandorak seperti secuil pantai yang tak sengaja dibentuk oleh kerumunan karang dan aliran laut lepas. Pasirnya amat putih, airnya sangat biru. Pantai ini jarang dikunjungi.

Suasana kontras langsung terasa saat mendatangi Pantai Pero. Ini kampung nelayan di Sumba. Pantainya ramai oleh kapal tradisional, tapi tetap ada karang gagah, pasir lembut, dan air bersih.

Pantai Marosi punya karakter yang berbeda lagi. Ombaknya cukup tinggi, cocok untuk berselancar. Di beberapa titik, penduduk lokal asyik berkendara dengan kuda, bahkan tak canggung memandikan hewan itu.

Padang Savana BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2 3 4 5 6