"Nama duta besarnya sudah disebut. Kita tinggal tunggu dari parlemen. Sekarang ada tiga diplomat muda Ethiopia sedang mempersiapkan teknis pembukaan kedutaan," ujar Direktur Afrika Kementerian Luar Negeri, Lasro Simbolon, setelah menghadiri seminar di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (25/1).
Pembukaan kedubes Ethiopia ini sebenarnya sudah lama diwacanakan. Pasalnya, Indonesia sendiri saja sudah membangun KBRI di Addis Ababa sejak 1976.
Lihat juga:Afrika Belum Tertarik dengan Indonesia |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Lasro, pembukaan kedubes ini nantinya akan menjadi momen penting karena mempermudah hubungan diplomatik kedua negara.
Lasro lantas menjabarkan bahwa Ethiopia merupakan negara dengan potensi pasar yang besar. Selain penduduknya yang mencapai 90 juta jiwa, pertumbuhan perekonomian Ethiopia juga terus melesat hingga mendekati 10 persen dalam satu dekade belakangan.
Lihat juga:Saudi Bantah Ada Mediasi dengan Iran |
"Mudah-mudahan menjadi kenyataan karena untuk membangun hubungan Indonesia dan Afrika, jika mereka ada di sini akan lebih mudah," ucap Lasro.
Posisi Ethiopia juga semakin penting mengingat negara ini merupakan ibukota Uni Afrika.
Menurut pengamat Afrika, Greg Mills, Afrika kini mulai menjadi incaran negara-negara besar, seperti China dan Amerika Serikat, karena pertumbuhan ekonominya yang pesat.
Sementara itu, pemerintah Indonesia juga akan terus mendorong agar negara-negara Afrika lain yang belum memiliki kantor perwakilan di Jakarta untuk mendalami kemungkinan tersebut. (den)