Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigadir Jenderal Wuryanto mengatakan, perwira tinggi TNI yang dapat menggantikan Gatot adalah perwira tinggi yang memiliki tiga bintang alias letnan jenderal di pundak mereka. Ia bertutur, saat ini terdapat enam letnan jenderal yang berpeluang mengisi kedudukan KSAD. (Baca juga: Jokowi: Saya Harap Gatot dan Sutiyoso Tak Ditolak DPR)
Wuryanto merinci, tiga dari enam letjen itu sekarang bertugas di TNI. Mereka adalah Wakil KSAD Letjen Muhammad Munir, Panglima Komando Cadangan Strategis TNI AD Letjen Mulyono dan Komandan Komando Pembina Dokrtin, Pendidikan dan Latihan Tentara TNI AD Letjen Lodewijk Freidrich Paulus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semuanya bagus dan mempunyai kapasitas yang sama untuk berpeluang menduduki posisi KSAD," kata Wuryanto.
Hingga saat ini, menurut Wuryanto, Wanjakti belum bersidang terkait suksesi kepemimpinan di TNI AD. "Belum, belum," ucapnya. (Baca juga: TNI Bentuk Satuan Khusus Tanggulangi Teror dan Makar)
Uji kepatutan dan kelayakan terhadap Gatot rencananya akan digelar DPR pekan depan. Pemilihan Gatot menjadi calon panglima TNI menggantikan Jenderal Moeldoko oleh Presiden Joko Widodo cukup mengejutkan. Setidaknya ada dua hal yang membuatnya menarik atas pilihan Gatot.
Kebiasaan sebagaimana di UU tentang TNI, posisi panglima TNI digilir tiap tiga matra. Sesuai kebiasaan, kali ini adalah giliran dari Angkatan Udara (AU). Kedua adalah, Jokowi menyebut akan fokus ke maritim untuk membangun Indonesia. (Baca juga: Panglima TNI Moeldoko Sepakat Penggantinya Tak Harus dari AU)
Dengan pertimbangan itu, banyak pihak menilai yang pas untuk mendukung rencananya adalah dari Angkatan Laut (AL). Pemilihan panglima TNI, sepenuhnya menjadi hak prerogatif presiden. (hel)