Beruntung mereka mendapatkan bantuan dari peserta aksi sehingga bisa menikah sesuai jadwal. Pujian pun dilayangkan pasangan pengantin itu pada peserta aksi, meski berbeda dalam hal kepercayaan.
Rombongan pengantin ini tiba saat massa sudah memenuhi jalan di sekitar Istiqlal dan Katedral.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Cerita Si Putih, Mobil Komando Sejuta Umat |
Asido dan Felicia pun dikawal menuju Gereja Katedral agar keduanya tak terlambat untuk menjalani prosesi pernikahan.
Rombongan mobil pengantin mendapat pengawalan dari peserta aksi 112. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Gereja Katedral tempat keduanya menikah terletak berada di seberang Masjid Istiqlal yang menjadi pusat aksi. Banyaknya peserta membuat Istiqlal tak mampu menampung sehingga massa meluber hingga ke jalan-jalan di sekitarnya, termasuk jalan di depan Katedral.
Lihat juga:Dukungan Batu Akik Tedjo untuk Aksi 112 |
"Ini jalan Tuhan, kami sudah dijadwalkan di sini. Kami berterima kasih, mereka (massa) sangat menghargai," kata Asido.
Lihat juga:Ratapan Doa dan Geliat Aksi 112 |
Aksi 112 yang dipusatkan di Masjid Istiqlal merupakan aksi damai sekaligus acara doa bersama untuk Indonesia. Dalam aksi ini juga kembali disuarakan isu politik seputar larangan memilih pemimpin nonmuslim.
Sejumlah organisasi masyarakat Islam meramaikan aksi ini seperti Front Pembela Islam, Forum Umat Islam hingga Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI.
Rombongan mobil pengantin mendapat pengawalan dari peserta aksi 112. (CNN Indonesia/Andry Novelino)