"Sekarang belum kelihatan (tandingan Ahok), susah. Kalau Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo) atau Pak Prabowo (Subianto) ikut Pilkada DKI, mungkin bisa menandingi Ahok. Kalau yang lain sejauh ini enggak," ujar Hasan saat ditemui di kantornya, Graha Pejaten, Jakarta Selatan.
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sebelumnya dianggap lawan yang sebanding. Namun Senin lalu (29/2), Emil, sapaan Ridwan Kamil, menyatakan sikap untuk tidak maju dalam Pilkada Jakarta 2017.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tujuan pengumpulan KTP cuma satu, menyediakan kendaraan buat Ahok," kata Hasan. "Begitu jadi, ya sudah, Teman Ahok mengantarkan Ahok sampai jadi gubernur saja."
Meskipun posisi Ahok lebih unggul, kata Hasan, dia tetap akan menghadapi tantangan selama Pilkada. Hingga kini masih ada warga Jakarta yang belum bisa lepas dari pilihan politik berdasarkan primordial, agama dan etnis.
"Yang enggak populer soal Ahok paling isu primordial. Memang, jumlahnya tidak mayoritas lagi, sekitar 30 persen. Buktinya kampanye pemimpin muslim masih ramai," ujar Hasan.
Cyrus sempat melakukan survei terkait Pilkada Jakarta. Saat diuji dalam simulasi 23 nama, elektabilitas Ahok menduduki posisi tertinggi yaitu 40,7 persen. Sementara di peringkat kedua ada Ridwan Kamil dengan angka 15,9 persen.
Nama lain, Adhyaksa Dault mendapatkan angka 6,7 persen, hanya terpaut 2,4 persen dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang memperoleh angka 9,1 persen. (rdk)