Anatoli Brouchkov, ilmuwan sekaligus kepala Geocryology Department di Moscow State University yang menginginkan kehidupan abadi. Ia bereksperimen dengan cara menyuntikkan dirinya sendiri menggunakan bakteri berusia 3,5 juta tahun bernama Bacillus F.
Situs New York Post mewartakan, Brouchkov beranggapan bahwa bakteri 3,5 juta tahun itu adalah kunci untuk membuat manusia menjadi abadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Brouchkov memang diketahui berambisi mencari 'obat keabadian' dengan cara menginvestigasi bakteri bernama Bacillus F yang diyakini bertahan hidup di lapisan bawah permukaan tanah yang tebal dan beku selama jutaan tahun.
"Ini sebetulnya belum sepenuhnya menjadi sebuah eksperimen ilmiah karena perlu dilakukan di klinik, jadi saya belum bisa menjelaskan efek nyatanya secara profesional. Namun sangat jelas bagi saya bahwa saya tak mengalami flu selama dua tahun," Brouchkov menekankan."Menurut saya akan sangat menarik jika kita mencoba kultur bakteri purba sepert ini."
Kendati begitu, ilmuwan lain dikabarkan masih menaruh perhatian besar mengenai bagaimana cara kerja si bakteri dan belum bisa mengidentifikasi lebih lanjut tentang rahasia 'keabadian' tersebut.
"Kita perlu meneliti bagaimana bakteri ini mencegah penuaan. Saya pikir sains sudah seharusnya dikembangkan seperti ini -- apa yang membuat mekanismenya terus hidup dan bagaimana manusia memanfaatkannya," ungkap Brouchkov.