Penelitian dilakukan oleh para astronom di Universitas Keele dan University of Central Lancashire, Inggris. Hasil penelitian tersebut akan dipublikasikan dalam Risalah Bulanan Royal Astronomical Society.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim kemudian menggunakan Southern African Large Telescope untuk mengumpulkan data guna membantu menentukan ukuran lubang hitam.
Rilis Royal Astronomical Society menyatakan data mengindikasikan ukuran lubang hitam itu 30 kali lebih besar dari yang seharusnya untuk ukuran galaksi yang ia diami.
“Galaksi memiliki massa yang besar, dan begitu pula lubang hitam pada intinya. Tapi yang satu ini sungguh terlalu besar. Seharusnya tidak begitu,” kata Jacco van Loon, astrofisikawan di Universitas Keele dan penulis utama soal galaksi raksasa tersebut, seperti dilansir CNN.
Peneliti mengatakan hal tersebut kemungkinan terjadi karena lubang hitam berkembang jauh lebih cepat dari galaksi yang mengelilinginya, atau karena pertumbuhan galaksi itu berhenti secara prematur.
Para ilmuwan tak yakin apakah SAGE0536AGN hanya fenomena berbeda yang kebetulan terjadi, atau apakah mereka telah menemukan galaksi jenis baru. (agk)