Terutama, mereka dapat mengorganisir diri sendiri dan orang lain. Mereka telah membuat kelompok dan menjadi semacam duta di daerahnya.
Begitu pun jika ada masalah dari komunitas luar, biasanya mereka menjadi mediator. Mereka sudah mengerti bahasa formal Indonesia ataupun juga bahasa di luar komunitas mereka, bahkan bahasa “gaul”.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak heran jika ada forum atau diundang di beberapa universitas, merekalah yang menjadi pembicaranya. Dulu orang rimba menganggap bahwa setiap penyakit yang datang adalah kutukan, namun sekarang mereka sudah lebih mengerti bahwa hal tersebut bukanlah kutukan.
“Jika ada perusahan yang ingin merebut tanah, atau pihak tertentu yang ingin menebang pohon ritual, mereka tak akan lagi takut dan lari ketika melihat pihak luar datang dengan senjata yang beragam, mereka akan dengan beraninya menyebutkan setiap hukum yang ada di tempatnya, sehingga orang luar tersebut akan memikirkan lagi aksinya,” kata Butet lagi. (ded/ded)