2 Alat Kesehatan Ini Ditemukan Lewat Cara yang Unik
Fitri Chaeroni | CNN Indonesia
Selasa, 07 Feb 2017 16:53 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pernahkah kamu berpikir tentang bagaimana sebuah alat itu tercipta? Khususnya stetoskop dan plester. Ternyata dua alat ini tercipta melalui cara yang unik lho teman. Alat ini tercipta dengan ramuan: sedikit keberuntungan dan taburan kejeniusan.
Terciptanya stetoskop
Doktor asal Perancis bernama Rene Theophile Hyacinthe Laennec adalah yang menemukan stetoskop ini. ia menemukannya ketika praktik di Malades Hospital, Paris pada tahun 1816. Sebelum stetoskop ini ditemukan, para dokter biasanya menekan dada pasien untuk mengetahui kondisi dari si pasien. Namun masalah muncul ketika seorang dokter laki-laki muda ini harus memeriksa seorang pasien perempuan.
Karena tidak ingin membuat pasien ini malu, ia lalu menggulung kertas dan menjadikannya berbentuk tabung. Gulungan tabung ini ia letakkan di dada sang pasien, dokter ini terkejut bahwa ternyata metode ini bisa mendiagnosis dengan akurat. Terobosan ini mendorong terciptanya stetoskop pertama.
Plester luka
Ini diciptakan untuk kebutuhan lebih dari kecelakaan sebetulnya. Pada tahun 1920, pembeli kapas untuk Johnson&Johnson bernama Earle Dickson menikah dengan seorang wanita bernama Josephine. Josephine sangat mudah mendapat luka, ini yang membuat sulit bagi Earl yang hidup miskin, karena perawatan medis tidak murah.
Dia punya ide. Dia memotong kecil-kecil kain kasa dan meletakkannya di strip kain kasa lain dengan perekat pada setiap ujungnya. Luka Josephine terhindar dari infeksi. Pada tahun 1939, plester mulai disterilkan. (ded/ded) Add
as a preferred
source on Google
Terciptanya stetoskop
Doktor asal Perancis bernama Rene Theophile Hyacinthe Laennec adalah yang menemukan stetoskop ini. ia menemukannya ketika praktik di Malades Hospital, Paris pada tahun 1816. Sebelum stetoskop ini ditemukan, para dokter biasanya menekan dada pasien untuk mengetahui kondisi dari si pasien. Namun masalah muncul ketika seorang dokter laki-laki muda ini harus memeriksa seorang pasien perempuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Plester luka
Dia punya ide. Dia memotong kecil-kecil kain kasa dan meletakkannya di strip kain kasa lain dengan perekat pada setiap ujungnya. Luka Josephine terhindar dari infeksi. Pada tahun 1939, plester mulai disterilkan. (ded/ded) Add
as a preferred source on Google