Jakarta, CNN Indonesia -- Tubuhnya berkulit tebal dengan bobot sampai 1.300 kg. Tak heran kalau ilmuwan membandingkan dinosaurus ini dengan tank.
Dinosaurus ini bernama spesies
Borealopelta markmitchelli. Merupakan anggota dari familia nodosaurus.
Dia ditemukan di Alberta, Kanada, secara tak sengaja oleh operator mesin tambang. Fosilnya kemudian disimpan dan diteliti sejak itu di Royal Tyrrell Museum of Palaeontology.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fosilnya berupa kulit tebal sepanjang 5,5 meter. Meski bertubuh besar, dengan kulit tebal bak dinding antipeluru, ilmuwan percaya, dinosaurus ini punya predator.
Dinosaurus ini mampu melakukan kamuflase yang disebut
countershading. Jadi warna tubuh atasnya lebih gelap dan tubuh bawahnya lebih terang.
Countershading alias Hukum Thayer adalah metode kamuflase dengan warna yang lebih gelap di atas dan lebih terang di bawah tubuhnya.
Kalau cahaya menimpa tubuh hewan yang tak melakukan
countershading maka akan timbul efek gradasi dari terang ke gelap. Hewan ini akan mudah terlihat. Sedang pada
countershading, tubuh atas yang gelap akan tetap gelap dan bagian tubuh bawah yang terang, akan tertutupi bayangan cahaya.
Countershading sebetulnya umum saja. Ia diadaptasi oleh banyak mamalia, reptil, burung, ikan, dan serangga. Baik pemangsa maupun mangsanya. Ini sudah berlangsung sejak periode Cretaceous (66-145 juta tahun lalu).
Tapi hewan yang melakukan
countershading biasanya berukuran kecil. Sedang nodosaurus ini besar dan berat sekali.
“Dengan kemampuan perlindungan diri sebesar itu, kita bisa membayangkan betapa bahayanya predator pada zaman Cretaceous,” kata Caleb Brown, peneliti di museum itu, seperti dikutip Science Daily baru-baru ini.
(ded/ded)