Buku pendidikan dan buku cerita masih minim. Apalagi kebiasaan orangtua bercerita atau membacakan dongeng.
Seiring perkembangan zaman banyak loh orang tua yang meninggalkan budaya mendongeng untuk anak. Kini para orang tua lebih memanfaatkan teknologi untuk menghibur anak-anak mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak ada istilah terlalu kekinian dalam mendongeng. Saat anak-anak masih dalam kandungan pun aktivitas mendongeng sudah biasa dilakukan. Ketika anak sudah lahir kita biasa meneruskan kegiatan ini.
Berikut adalah manfaat untuk mendongeng untuk anak-anak:
- Membangun daya pikir anak
- Mengembangkan imajinasi anak
- Meningkatkan keterampilan anak
- Meningkatkan minat baca anak
- Melatih kemampuan mendengar
Sebelum mendongeng, pastikan kita mengetahui alur cerita. Lalu ceritakan dengan penuh ekspresi agar si anak antusias mendengarkannya.
Usai membacakan dongeng, kita bisa bertanya kepada anak mengenai cerita tersebut atau membiarkannya untuk bercerita. Hal ini bermanfaat untuk melatih daya ingatnya.
Namun ingat, hindari menyampaikan dongeng kepada anak dengan gadget. Misalnya, membiarkan anak menonton cerita melalui televisi atau dengan aplikasi dongeng. Itu akan membuat anak malas membaca.
Nah, di NTT anak–anak sebenarnya mengetahui apa itu dongeng. Tetapi orang tuanya juga tak mendongeng kepada mereka. Apalagi mereka kesulitan mendapatkan buku dongeng yang berwarna dan bergambar.
Tapi meski keadaannya begitu, mereka tetap bersemangat ke sekolah. Mereka bahkan sangat antusias saat mendapatkan sumbangan buku. Contohnya, saat salah satu artis Indonesia, Cut Mini, menyumbangkan buku-buku di Bajawa, NTT. (ded/ded)