Yuk Jadi Pendaki Keren yang Bawa Turun Sampahmu

Devie Shyntia | CNN Indonesia
Senin, 19 Feb 2018 14:31 WIB
Apakah kamu pendaki? Apakah kamu suka meninggalkan sampahmu sendiri di gunung? Tahukah kamu itu tidak keren sama sekali?
Ilustrasi (Foto: Thinkstock/1971yes)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sering kita lihat sekarang tak sedikit gunung yang bersih dari sampah di setiap jalur pendakian ataupun di tempat pendaki biasanya mendirikan tenda untuk bermalam.

Akui saja kamu para pendaki masih suka dengan tidak sadar membuang sampah di jalan kalau nggak ada yang lihat? Ya contohnya seperti sampah plastik, sampah cemilan, yang kamu makan saat di perjalanan. Atau iseng deh nyempilin sampah di semak-semak kalau tak ada pendaki lain yang melihat.

Biar nggak dianggap cupu dan nggak tahu perkembangan zaman, banyak anak muda, tepatnya milenial, sekarang ikut-ikutan naik gunung. Biar keren katanya. Pendaki ikutan zaman biasanya yang kurang kesadarannya untuk memungut sampah yang ada di gunung. Jangankan memungut sampah, membawa sampah sendiri saja pun kurang kesadarannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Makin keren dengan kertas bertulisan "Yuk naik gunung bareng.."

Berawal dari foto-foto dengan latar pemandangan gunung nan indah, kalian berpose dan berfoto layaknya model. Sampai ada juga yang berfoto dengan menggunakan tulisan di kertas dan dipegang di tangan, yang biasanya bertuliskan "Hai, kapan kamu ke sini?" atau "Dapat salam nih dari puncak gunung, kapan nyusul?" dan masih banyak lagi tulisan-tulisan unik lainnya.

Nah iya, awalnya hanya berfoto, tapi kamu lupa dengan sampah kertasmu itu. Banyak sampah kertas terbuang di gunung. Entah memang sengaja dibuang atau jatuh dari saku jaketmu.. Hehehe

Kedinginan, butuh rokok untuk menghangatkan

Ada juga sampah rokok yang banyak terlihat di gunung. Baik hanya puntung bahkan ada batang rokok yang masih utuh. Coba tolong, sampah yang satu ini lebih diperhatikan oleh para pendaki yang suka merokok.

Mengurangi beban di carrier, meninggalkan perintilan-perintilan yang tak terpakai

Iya, berat memang bawaan dalam carrier. Tapi kalau tak mau membawa beban berat nggak usah naik gunung saja sekalian. Dari pada harus meninggalkan sampah berlebih di gunung.

Masih masuk di akal kalau melihat sampah pembungkus makanan di gunung, walaupun tidak bisa ditolerir juga kalau membuangnya sembarangan. Tapi apa jadinya kalau kamu membuat sarung tangan kamu di shelter tempat peristirahatan? Entah memang tak terlihat, jatuh, lupa atau sengaja kamu meninggalkannya di situ untuk mengurangi beban dalam carrier.

Tidak sedikit sampah serupa seperti ini, bahkan terkadang ada baju yang dijemur di pepohonan yang biasanya ada di tempat pemasangan tenda para pendaki. Heran yah, bawa baju kok bisa terlupa dan ditinggal di pohon?

Yuk jadi pendaki keren yang membuat gunung terlihat makin keren!

Namun, semua itu akan berlalu bila kesadaran pendaki semakin meningkat akan keindahan alam yang harus dijaga dan dilestarikan.

Tentu kamu pasti ingin dibilang pendaki keren yang mendaki gunung-gunung keren pastinya. Kamu sudah menjadi pendaki yang cinta alam yang bukan lagi ikutan zaman kalau kamu sudah sadar dengan semua sampah-sampah yang harus kamu bawa turun kembali.

Yuk mulai sekarang jadi pendaki keren yang tak meninggalkan sampahnya di gunung.. :) (ded/ded) Add as a preferred
source on Google