Siapa Masyarakat Desil 9-10 yang Bakal Dilarang Beli Pertalite?
Pemerintah berencana membatasi akses BBM bersubsidi Pertalite bagi masyarakat yang berada pada kelompok kesejahteraan desil 9 dan 10 secara bertahap.
Lantas, siapa masyarakat desil 9-10 yang akan dilarang beli Pertalite?
Rencana pelarangan pembelian BBM bersubsidi tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
"Kita akan lakukan secara bertahap untuk melihat dampaknya seperti apa sih. Kalau misalnya di desil 10 saya setop enggak boleh beli Pertalite, bagaimana dampak ke ekonomi. Jadi kita akan bertahap," ujar Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (12/8).
Hal ini dilakukan pemerintah guna memastikan penyaluran BBM bersubsidi agar benar-benar tepat sasaran.
Meski demikian, kebijakan ini belum langsung berlaku. Pemerintah masih membahas mekanisme penerapannya dan mempertimbangkan kemungkinan memulai pembatasan dari desil 10.
Siapa desil 9-10 yang dilarang beli Pertalite?
Desil merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan, bukan sekadar berdasarkan jumlah pendapatan bulanan.
Dalam sistem tersebut terdapat 10 kelompok, mulai dari desil 1 sebagai kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah hingga desil 10 sebagai kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.
Penentuan desil mempertimbangkan berbagai kondisi sosial ekonomi keluarga, antara lain:
- Kondisi rumah dan tempat tinggal
- Daya listrik
- Kepemilikan aset
- Pekerjaan anggota keluarga
- Tingkat pendidikan
- Kepemilikan usaha
- Kondisi kesehatan
- Jumlah anggota atau tanggungan keluarga
Tidak ada angka pendapatan tertentu yang secara otomatis membuat seseorang masuk desil 9 atau 10. Peringkat tersebut ditentukan berdasarkan keseluruhan kondisi sosial ekonomi keluarga dibandingkan dengan keluarga lainnya.
Dengan kata lain, semakin banyak aset, semakin bagus rumah, semakin tinggi pendidikan dan pekerjaan, serta semakin sedikit anggota keluarganya, maka keluarga tersebut cenderung masuk ke kelompok sejahtera.
Berikut arti desil 1 sampai 10 yang menggambarkan tingkat kesejahteraan dari paling rendah hingga paling tinggi, mengacu Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
· Desil 1: Sangat miskin
Kelompok ini menjadi prioritas utama penerima bantuan karena dianggap paling membutuhkan dukungan finansial untuk memenuhi kebutuhan dasar.
· Desil 2: Miskin dan rentan
Desil 2 termasuk kelompok penduduk dengan ekonomi terbawah dan tetap menjadi prioritas tinggi penerima bantuan. Kondisi ekonomi mereka masih tergolong rentan sehingga sangat bergantung pada bantuan pemerintah.
· Desil 3: Miskin dan rentan
Desil 3 merupakan keluarga penerima manfaat (KPM) yang sudah rutin mendapat bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Mereka juga termasuk dalam daftar penerima bantuan karena kondisi ekonomi masih lemah.
· Desil 4: Rentan miskin
Kondisinya sedikit lebih baik dari desil 3, tetapi masih dianggap layak menerima bantuan. Kelompok ini sering kali terdampak kenaikan harga kebutuhan pokok dan inflasi.
· Desil 5: Pas-pasan
Kelompok ini dapat menerima bantuan jika kuota mencukupi atau hasil verifikasi lapangan menunjukkan kondisi ekonomi memburuk.
· Desil 6: Hampir mampu
Tidak tergolong miskin, tetapi masih berpotensi diusulkan untuk bantuan apabila terdapat pembaruan data yang menunjukkan penurunan pendapatan atau kondisi darurat tertentu.
· Desil 7: Menengah ke bawah
Secara umum dianggap mampu memenuhi kebutuhan dasar sendiri sehingga tidak menjadi prioritas penerima bantuan.
· Desil 8: Menengah
Kondisi ekonomi relatif stabil dan tidak memenuhi syarat penerima bantuan sosial dari pemerintah. Ekonomi
· Desil 9: Menengah ke atas
Termasuk kelompok mapan yang sudah mandiri secara finansial. Tidak berhak atas bantuan sosial.
· Desil 10: Paling sejahtera
Penduduk dengan pendapatan tertinggi di Indonesia dan tidak memenuhi kriteria penerima bantuan apa pun.
Cara cek desil secara online
Masyarakat yang ingin mengetahui posisi desil keluarganya dapat melakukan pengecekan melalui situs resmi Cek Bansos Kementerian Sosial.
Data desil dapat digunakan untuk mengetahui posisi kesejahteraan keluarga dalam sistem pemeringkatan yang digunakan pemerintah.
1. Cek melalui website Cek Bansos
Pengecekan melalui situs dapat dilakukan tanpa membuat akun. Berikut langkah-langkahnya:
- Buka situs cekbansos.kemensos.go.id
- Pilih menu pencarian data penerima manfaat
- Masukkan NIK 16 digit sesuai KTP
- Masukkan kode captcha yang tersedia
- Klik Cari Data
- Tunggu hingga sistem menampilkan hasil pencarian
- Periksa informasi kelompok desil dan data bantuan sosial yang tercatat
2. Cek melalui aplikasi Cek Bansos
Pengecekan juga dapat dilakukan melalui aplikasi resmi Cek Bansos. Pengguna perlu membuat akun dengan memasukkan NIK, nomor KK, nama lengkap, alamat, email, dan nomor telepon, kemudian mengunggah foto KTP serta swafoto sambil memegang KTP.
Setelah akun diverifikasi dan dapat digunakan, pengguna dapat masuk ke menu Profil Keluarga untuk melihat informasi desil DTSEN.
Demikian kelompok masyarakat desil 9-10 yang bakal dilarang untuk membeli BBM bersubsidi petralite.
(gas/fef)