Daftar Pelajaran Bahasa Asing yang Disebut Prabowo untuk Anak SD

CNN Indonesia
Jumat, 14 Agu 2026 16:15 WIB
Ilustrasi. Daftar bahasa asing yang dianjurkan diajarkan di tingkat SD. (ANTARA FOTO/Siswowidodo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Daftar bahasa asing pelajaran SD menjadi perhatian setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana pengenalan bahasa asing sejak jenjang sekolah dasar (SD). Menurut Prabowo, kemampuan berbahasa asing merupakan keterampilan penting yang perlu dikuasai anak-anak Indonesia sejak dini.

Prabowo menyampaikan hal tersebut dalam Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8). Ia mengatakan pembelajaran bahasa asing akan dimulai sejak anak duduk di kelas 1 SD.

"Bahasa asing mutlak, harus kita kuasai. Kita akan mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD, saudara-saudara sekalian, SD kelas 1 mereka harus mulai bahasa asing," kata Prabowo dalam pidatonya.

Daftar bahasa asing untuk pelajaran SD

Dalam pidatonya yang berlangsung hampir dua jam, Prabowo menyebut sejumlah bahasa asing yang dianggap penting untuk diperkenalkan kepada anak-anak Indonesia. Berikut daftar bahasa sing pelajaran SD yang disebut Prabowo:

1. Bahasa Inggris

Bahasa Inggris menjadi salah satu bahasa yang disebut Prabowo sebagai bahasa penting untuk dikuasai anak-anak. Bahasa ini banyak digunakan dalam komunikasi internasional, pendidikan, teknologi, hingga dunia kerja.

2. Bahasa Mandarin

Mandarin atau bahasa China juga masuk dalam daftar bahasa yang disebut Prabowo. Bahasa Mandarin merupakan salah satu bahasa dengan jumlah penutur terbesar di dunia dan banyak digunakan dalam hubungan ekonomi serta perdagangan internasional.

3. Bahasa Arab

Bahasa Arab turut disebut sebagai bahasa yang penting untuk dipelajari. Selain digunakan secara luas di negara-negara Timur Tengah, bahasa Arab juga memiliki peran penting dalam pendidikan dan kebudayaan.

4. Bahasa Jepang

Jepang juga menjadi salah satu negara yang bahasanya dinilai penting untuk diperkenalkan kepada anak-anak Indonesia. Hubungan Indonesia dan Jepang dalam bidang ekonomi, pendidikan, teknologi, dan budaya membuat bahasa Jepang cukup banyak dipelajari di Indonesia.

5. Bahasa Korea

Bahasa Korea juga masuk dalam daftar. Popularitas budaya Korea di Indonesia, mulai dari musik, film, hingga drama, membuat bahasa tersebut semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia.

6. Bahasa Spanyol

Prabowo turut menyebut bahasa Spanyol sebagai salah satu bahasa yang penting. Bahasa ini digunakan di sejumlah negara dan menjadi salah satu bahasa dengan jumlah penutur yang besar di dunia.

7. Bahasa Prancis

Bahasa Prancis juga disebut dalam pidato Prabowo. Bahasa ini digunakan di berbagai negara dan menjadi salah satu bahasa internasional yang banyak digunakan dalam bidang diplomasi, pendidikan, serta kebudayaan.

Prabowo juga sempat menyebut bahasa Rusia dalam bagian lain pidatonya. Karena itu, daftar bahasa asing yang disebut dalam pidato tersebut mencakup Inggris, Mandarin, Arab, Jepang, Korea, Spanyol, Prancis, hingga Rusia.

Anak dinilai lebih cepat belajar bahasa sejak dini

Prabowo mengatakan pengenalan bahasa asing sebaiknya dilakukan sejak anak masih kecil. Ia menilai anak di bawah usia 11 atau 12 tahun memiliki kemampuan belajar bahasa yang lebih cepat.

"(Diajarkan) dari kecil di bawah 11 tahun, 12 tahun mereka lebih cepat belajar. Anak-anak kita harus punya akses kepada pendidikan terbaik," ujarnya.

Rencana tersebut disampaikan bersamaan dengan penjelasan Prabowo mengenai program pemerintah dalam memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia. Menurutnya, pemerintah telah memperbaiki lebih dari 71.744 sekolah hingga tahun ini. Perbaikan tersebut, kata dia, juga mencakup sekolah-sekolah yang berada di wilayah terluar dan terpencil.

"Tahun lalu 17.000, tahun ini 71.000 lebih. Tahun depan target kita 100.000. Tahun 2029 semua sekolah di Indonesia, SD, SMP, SMA, SMK, termasuk di pesantren-pesantren, harus kita selesai renovasi," kata Prabowo.

Dengan rencana tersebut, pembelajaran bahasa asing sejak kelas 1 SD nantinya diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan akses anak-anak Indonesia terhadap pendidikan dan keterampilan yang dibutuhkan di tingkat global.

(tis/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK