Daftar Nama Pahlawan Nasional dari Kalangan Santri dan Ulama

CNN Indonesia
Selasa, 20 Okt 2026 10:30 WIB
Daftar nama pahlawan nasional dari kalangan santri dan ulama serta kiprahnya. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak hanya dilakukan oleh tentara dan tokoh politik, tetapi juga oleh para kiai, ulama, dan santri dari berbagai daerah.

Mereka berjuang melalui pendidikan, organisasi, diplomasi, hingga perlawanan bersenjata untuk meraih dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Daftar pahlawan nasional dari kalangan santri dan ulama menjadi bukti bahwa pesantren memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah bangsa.

Salah satu tonggak perjuangan tersebut adalah Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 yang mendorong umat Islam mempertahankan kemerdekaan.

Sejumlah tokoh dari kalangan pesantren kemudian memperoleh pengakuan negara atas jasa mereka. Menariknya, para tokoh ini berasal dari latar belakang suku dan daerah yang beragam.


Daftar pahlawan nasional dari kalangan santri dan ulama

Melansir NU Online, terdapat sejumlah tokoh berlatar belakang pesantren dan organisasi Islam yang mendapat gelar Pahlawan Nasional. Berikut daftar nama dan kiprahnya.

1. KH Hasyim Asy'ari

KH Hasyim Asy'ari merupakan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dan salah satu tokoh penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Ia menyerukan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 untuk menggerakkan umat Islam melawan penjajah.

Ia juga berperan sebagai pemimpin tertinggi laskar santri yang mencakup Barisan Kiai, Laskar Hizbullah, dan Laskar Sabilillah. Pemerintah menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional pada 1964.

2. KH Ahmad Dahlan

KH Ahmad Dahlan adalah pendiri Muhammadiyah yang memiliki latar belakang pendidikan pesantren. Tokoh bernama asli Muhammad Darwis ini mempelajari ilmu agama sejak kecil dan memperdalam pengetahuannya di Makkah selama lima tahun.

Ia kemudian mengembangkan gerakan pembaruan Islam melalui pendidikan dan organisasi. Pemerintah menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional pada 1961.

3. Pangeran Diponegoro

Pangeran Diponegoro merupakan tokoh utama Perang Jawa yang menentang kekuasaan kolonial Belanda. Ia lahir dengan nama Bendara Raden Mas Mustahar dan juga dikenal dengan nama Islam Abdul Hamid.

Lingkungan keluarga yang dekat dengan ulama serta pendidikan keagamaannya turut membentuk karakter perjuangannya. Ia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan Keppres Nomor 87/TK/1973.

4. KH Wahid Hasyim

KH Wahid Hasyim adalah putra KH Hasyim Asy'ari yang berperan dalam perjuangan politik dan perumusan dasar negara. Ia menjadi anggota BPUPKI dan pernah menjabat sebagai Menteri Agama Republik Indonesia.

Dalam bidang pendidikan, ia mendorong pembaruan sistem pembelajaran di pesantren Tebuireng. Pemerintah menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional pada 1964.

5. KH Zainul Arifin Pohan

KH Zainul Arifin Pohan dikenal sebagai komandan Laskar Hizbullah yang berjuang mempertahankan kemerdekaan. Ia juga aktif dalam organisasi NU dan pernah menjadi anggota Konstituante.

Setelah Indonesia merdeka, ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri. Ia memperoleh gelar Pahlawan Nasional pada 1963.

6. KH Zainal Mustofa

KH Zainal Mustofa merupakan ulama asal Tasikmalaya, Jawa Barat, yang memimpin perlawanan terhadap penjajahan Jepang. Ia dikenal karena keberaniannya menentang kebijakan penjajah yang menindas masyarakat dan umat Islam.

Pendidikan agamanya ditempuh di sejumlah pesantren di wilayah Jawa Barat. Pemerintah menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional pada 1972.

7. H Andi Mappanyukki

H Andi Mappanyukki merupakan Raja Bone dari Sulawesi Selatan yang ikut melawan penjajahan Belanda dan Jepang. Ia juga berperan dalam perkembangan NU di Sulawesi Selatan.

Perjuangannya berlangsung pada masa mempertahankan kemerdekaan, terutama sepanjang 1945-1949. Ia memperoleh gelar Pahlawan Nasional pada 2004.

8. H Andi Djemma

H Andi Djemma merupakan Raja Luwu yang memimpin perlawanan terhadap Belanda pada 1946-1948. Ia juga berkontribusi dalam perkembangan NU di Sulawesi Selatan.

Kiprahnya menunjukkan keterlibatan pemimpin daerah dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pemerintah menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional pada 2002.

9. KH As'ad Syamsul Arifin

KH As'ad Syamsul Arifin merupakan ulama dari Situbondo sekaligus pengasuh Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo. Ia terlibat dalam perjuangan melawan penjajah pada masa 1945-1949.

Kiprahnya juga mencakup pendidikan pesantren dan pengembangan kehidupan keagamaan masyarakat. Pemerintah menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional pada 2016.

10. KH Idham Chalid

KH Idham Chalid merupakan ulama dan politikus yang memimpin PBNU pada 1956-1984. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri serta Ketua MPR RI.

Perannya memperlihatkan kontribusi ulama dalam kehidupan politik dan pemerintahan Indonesia. Ia memperoleh gelar Pahlawan Nasional pada 2011.

11. KH Syam'un

KH Syam'un merupakan ulama asal Serang, Banten, sekaligus pendiri pesantren Al-Khairiyah Cilegon. Ia terlibat dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan pernah bergabung dengan PETA.

Karier militernya berkembang hingga mencapai pangkat Brigadir Jenderal. Pemerintah menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional pada 2018.

12. KH Masjkur

KH Masjkur merupakan tokoh NU yang memimpin Laskar Sabilillah dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Ia juga menjadi anggota BPUPKI dan berkontribusi dalam pembahasan dasar negara.

Setelah kemerdekaan, ia pernah menjabat sebagai Menteri Agama dan anggota Konstituante. Pemerintah menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional pada 2019.

(gas/fef)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK