"Dalam konsep ini, besaran subsidi akan dipatok per liter BBM. Jadi tidak seperti saat ini dimana harga jual BBM bersubsidi yang ditetapkan fixed pada suatu harga tertentu," jelasnya pada acra Investor Gathering, Rabu (3/12).
Dari sisi fiskal, kata Bambang, skema subsidi tetap akan membantu pemerintah mempermudah mengendalikan anggaran subsidi. Sebab, total belanja subsidi hanya akan bergantung pada volume konsumsi dan tidak dipengaruhi oleh perubahan atau volatilias faktor eksternal, seperti nilai tukar dan harga minyak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjabarkan infrastruktur dasar yang menjadi prioritas pemerintah adalah infrastruktur yang mendukung terciptanya ketahanan pangan dan maritim, termasuk sektor pertanian, perikanan, dan juga sektor energi. "Selain realokasi untuk peningkatan belanja infrastruktur, savings dari penghematan subsidi defisit anggaran, khususnya untuk tahun 2015, sebagai antisipasi ketidakpastian ekonomi global di masa depan, seperti kenaikan suku bunga A," ujarnya.