Said mengaku sudah mendengar rumor mengenai tiga nama calon Dirut Garuda yakni Zulkifli Zaini (Komisaris PT PLN (Persero)), Muhammad Arif Wibowo (CEO PT Citilink Indonesia yang juga anak usaha Garuda Indonesia), dan Rinaldi Firmansyah (Mantan Dirut PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)).
"Saya melihat nama-nama itu memenuhi kriteria untuk menjaga dan mengelola stabilitas perusahaan," kata Said kepada CNN Indonesia, Kamis (11/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau sedang krisis seperti ini sebaiknya ambil orang dari luar karena itu terbukti berhasil daripada memilih orang dari dalam,” jelasnya.
Garuda Indonesia memang tengah mengalami krisis, setelah masih mencatatkan kinerja keuangan yang buruk sampai September 2014. Maskapai full service tersebut mengalami rugi sebesar US$ 219,54 juta sekitar Rp 2,65 triliun, atau 1.362 persen lebih besar dibandingka kerugian sampai September 2013 sebesar US$ 15,01 juta.
Pendapatan operasional yang diperoleh Garuda sebesar US$ 2.801,7 juta atau tumbuh 4,3 persen dibandingkan kuartal III 2013 menjadi tidak berarti karena tergerus biaya operasional yang membengkak akibat pembelian avtur, sewa pesawat, dan lain-lain.