Manajemen PT Pertamina (Persero) memastikan akan tetap menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi meski kuota 2014 diprediksi habis sebelum akhir tahun. Hal tersebut dilakukan dalam rangka menjamin terpenuhinya kebutuhan BBM bersubsidi di masyarakat.
"Kami akan tetap menyalurkan Premium, Kerosene dan Solar kepada masyarakat, entah kuota cukup atau enggak hingga 31 Des 2014," ujar Senior Vice President Fuel Retail & Marketing Pertamina Suhartoko kepada CNN Indonesia, Jumat (26/12).
Sebagai konsekuensi, Pertamina pun harus tetap memasok BBM bersubsidi meski kelebihan kuotanya tak akan diganti Pemerintah. Sayang, Suhartoko enggan merinci prognosa jebolnya kuota BBM bersubsidi hingga akhir tahun.
"Yang di luar kuota akan menjadi beban Pertamina dengan tidak mengurangi deviden ke Pemerintah," ujarnya.
Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro sebelumnya meminta Pertamina menanggung selisih lebih dari kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Instruksi tersebut sekaligus melarang BUMN migas tersebut menjual premium dan solar dengan harga keekonomian.
Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro sebelumnya meminta Pertamina menanggung selisih lebih dari kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Instruksi tersebut sekaligus melarang BUMN migas tersebut menjual premium dan solar dengan harga keekonomian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT